Trump: Kami Akan Terus Hantam Iran dengan Keras Sampai Menang

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan Washington akan terus menyerang Iran dengan sangat keras. Ia menegaskan AS ingin memenangkan perang dan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

“Kami hanya ingin menang. Kami melakukannya dengan sangat baik. Kami berusaha sebaik mungkin untuk tetap bersikap baik dalam situasi seperti itu. Tapi mereka sedang dihancurkan,” kata Trump kepada wartawan dalam rapat kabinet di Camp David, Maryland, Jumat (31/7/2026) yang dikutip Anadolu.

Menurut Trump, posisi AS dalam perang melawan Iran sangat jelas. “Ini sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujarnya.

Trump menambahkan, serangan terhadap Iran akan terus dilakukan sampai Teheran tidak lagi mampu bertahan. Presiden AS itu juga membantah laporan yang menyebut Iran masih berada dalam posisi kuat. Menurutnya, kondisi Iran saat ini justru sangat buruk.

“Iran sedang berada dalam kondisi yang sangat buruk. Mereka sangat tidak jujur. Mereka sangat tidak terhormat untuk diajak berurusan,” ujarnya.

Trump membandingkan perang melawan Iran dengan keterlibatan AS dalam perang Vietnam dan Afghanistan. Ia mengatakan AS baru terlibat selama lima bulan, tetapi sudah menghancurkan kapasitas militer Iran.

Terkait negosiasi dengan Iran, Trump mengaku mulai kehilangan kepercayaan karena menilai Teheran tidak jujur. “Saya mulai kehilangan kepercayaan kepada mereka karena mereka berbohong,” kata Trump.

Ia mengatakan, AS sebenarnya sedang berada di tengah proses negosiasi ketika menerima kabar tentang serangan rudal Iran ke salah satu pangkalan AS di Yordania.

“Kami sedang berada di tengah negosiasi. Saya menunggu Steve (Witkoff) menelepon saya, saya sedang bernegosiasi, dan justru saya mendapat telepon dari Pete (Hegseth) bahwa mereka baru saja menembakkan lima rudal ke salah satu pangkalan kami di Yordania, dan kami memang punya pangkalan di Yordania,” ujarnya.

Trump menyebut Steve Witkoff utusan khususnya, Jared Kushner penasihat, JD Vance Wakil Presiden AS, dan Marco Rubio Menteri Luar Negeri AS terlibat dalam pembicaraan dengan Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran. Washington menyebut serangan itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk, termasuk pangkalan AS di Yordania.

Eskalasi ini terjadi meski AS dan Iran sebelumnya telah menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Pakistan pada Juni. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri perang yang dimulai pada Februari dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang. (bil/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mantan Hakim MK: UU BUMN Baru Bisa Ubah Penilaian Kasus Korupsi Pertamina
• 17 jam lalu
0
thumb
Pilot Malaysia Airlines Pembawa Ekstasi Terancam Hukuman Mati
• 23 jam lalu
0
thumb
BGN Tegaskan Siap Laksanakan Putusan MK, Soal Skema Anggaran Bakal Dibahas Kemenkeu
• 10 jam lalu
0
thumb
Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan Besok di Monas, Awali Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
• 22 jam lalu
0
thumb
Berangkat ke Tanah Suci berkat Dus Air Mineral di Sudut Kios Sembako
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.