KOMPAS.TV – PT Pertamina (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi bersih melalui pemanfaatan sampah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel.
Sinergi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem hidrogen terintegrasi yang tidak hanya mendukung transisi energi nasional, tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap pengelolaan sampah di Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama di Bandung pada 29 Juli 2026. Melalui kerja sama ini, Pertamina dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengembangkan berbagai program strategis di bidang energi baru dan terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pertamina Sustainability Academy Raih Penghargaan ESG 2026, Perkuat Budaya Keberlanjutan Korporasi
Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini mengatakan, salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah rencana pemanfaatan methane yang berasal dari sampah yang ada di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Melalui kolaborasi tersebut,biogas yang berasal dari sampah selanjutnya dipurifikasi menjadi biomethane yang kemudian diproses menjadi hidrogen. Upaya tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem waste to energy.
"Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, salah satunya pengelolaan sampah di kawasan TPA Sarimukti. Sampah yang diolah nantinya akan menghasilkan biogas, kemudian dikembangkan menjadi hidrogen dan biomethane," ujar Emma.
Menurut Emma, pengembangan proyek tersebut merupakan sinergi Pertamina Group agar tercipta rantai nilai energi bersih yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Program ini akan dikerjakan bersama Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas. Masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab mulai dari penyediaan feedstock, pengolahan, pembangunan infrastruktur, hingga distribusi dan komersialisasi produk energi," katanya.
Emma menjelaskan, kolaborasi tersebut juga melibatkan mitra internasional, termasuk Hyundai dari Korea Selatan, sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan teknologi energi low carbon.
Penulis : Oviana
Sumber : Kompas TV
- Advertorial
- Pertamina
- Jawa Barat
- hidrogen rendah karbon
- biofuel
- energi baru dan terbarukan






Komentar (0)