Ribuan migran ilegal menyerbu wilayah Ceuta, kota otonom Spanyol di Afrika Utara. Para migran ilegal tersebut nekat berenang di lautan dan menerobos masuk melalui perbatasan darat dari Maroko.
Ceuta merupakan kota otonom Spanyol yang terletak di pesisir utara Afrika, tepatnya di wilayah utara Maroko. Bersama dengan Kota Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika. Kedua kota tersebut secara berkala mengalami lonjakan upaya penyeberangan ilegal oleh para migran yang ingin masuk ke Eropa.
Berikut sejumlah fakta terkait penyerbuan massal migran ilegal ke Spanyol:
1. Ribuan Migran Serbu CeutaLaporan televisi lokal Spanyol, TVE, seperti dilansir Reuters, Jumat (31/7/2026), menyebutkan sebanyak 2.000-3.000 migran berhasil masuk secara ilegal ke wilayah Ceuta pada Kamis (30/7) waktu setempat.
Menurut warga Fnideq di Maroko, sebagian besar migran yang berhasil menyeberangi perbatasan diperkirakan melintas sebelum tengah hari. Area Kota Fnideq yang terletak di dekat perbatasan Ceuta sempat dibanjiri ribuan migran sepanjang malam yang berniat menyeberang.
2. BentrokanDi antara mereka yang berharap bisa menyeberangi perbatasan Ceuta-kota berpenduduk 85.000 jiwa tersebut-terdapat perempuan dan anak-anak dari Maroko serta kawasan Afrika Sub-Sahara.
(isa/aik)






Komentar (0)