REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bahkan, hari ini dijuluki sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Karena keutamaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan membaca shalawat pada malam Jumat maupun sepanjang hari Jumat.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa nama "Jumat" ternyata telah diperkenalkan jauh sebelum Rasulullah SAW diangkat menjadi nabi. Sosok yang pertama kali memperkenalkan penyebutan hari Jumat adalah kakek Nabi Muhammad SAW, Ka'ab bin Lu'ay.
Baca Juga
Digusur untuk BRT, Pedagang Terminal Cicaheum Bertahan karena Kompensasi dan Relokasi Belum Jelas
Kemeja Jimin BTS di Final Piala Dunia FIFA Pecahkan Rekor Lelang, Laku Rp1,9 Miliar
Pikap Tabrak Truk di Tol Cipularang Diduga karena Sopir Microsleep, 2 Orang Tewas di Tempat
Dalam buku "Pengantin Ramadhan", Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa sebelum Islam datang, masyarakat Arab menyebut hari Jumat dengan nama al-arubah. Ka'ab bin Lu'ay kemudian mengganti penyebutan tersebut menjadi jumu'ah.
Lulusan Universitas Al-Azhar Mesir itu menjelaskan, setiap hari tersebut Ka'ab bin Lu'ay mengumpulkan kaum Quraisy di rumahnya. Dalam pertemuan itu, ia mengingatkan mereka tentang akan datangnya seorang nabi terakhir, yakni Rasulullah Muhammad SAW.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Muchlis, penyebutan "jumu'ah" berasal dari makna berkumpul (ijtima'). Nama itu kemudian semakin relevan setelah Islam datang karena pada hari Jumat kaum Muslimin berkumpul untuk melaksanakan shalat Jumat, yang tata caranya berbeda dengan sholat lima waktu lainnya.
Dalam Islam, hari Jumat memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai hari yang paling mulia di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh hari Jumat adalah tuannya hari-hari dan yang paling agung di sisi Allah." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Keistimewaan hari Jumat juga menjadi alasan mengapa umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, termasuk membaca doa dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Malam Jumat maupun hari Jumat merupakan waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak shalawat. Rasulullah SAW bersabda:
"Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari dan malam Jumat. Barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah membalasnya sepuluh kali." (HR Baihaqi).
Infografis Hal-Hal Makruh saat Sholat - (Dok Republika)
Komentar (0)