Polisi Tetapkan Satu Orang Jadi Buronan Kasus DC Bacok Petugas Valet di Surabaya

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Polrestabes Surabaya menetapkan satu orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan di kasus pembacokan oleh debt collector (DC) kepada petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari lalu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, menyampaikan bahwa satu orang pelaku berinisial SL (36) sebelumnya telah menyerahkan diri ke Mapolrestabes Surabaya pada Minggu (26/7). Satu pelaku lainnya pun kini menjadi buronan.

"Saat ini, pelaku sudah tertangkap satu orang, satu orang lagi masih DPO," ujar Luthfie kepada wartawan, Jumat (31/7).

Luthfie meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku DPO itu untuk menginformasikan kepada pihak kepolisian agar segera diproses hukum.

"Tolong nanti dibantu apabila ada informasi yang bersangkutan, tolong informasikan ke kita. Kita akan lakukan pengamanan, penangkapan, dan proses hukum lebih lanjut," ucapnya.

"Nanti kalau ada yang punya informasi pelaku yang sudah kita terbitkan DPO-nya ini, silakan mau DM (direct message) atau langsung sampaikan ke saya juga boleh," tambahnya.

Ia juga berjanji segera memberikan informasi mengenai identitas serta ciri-ciri terduga pelaku DPO.

"Seluruh pelaku tentunya yang kemarin terlibat pada pembacokan, kita akan proses secara hukum transparan. Dan saya justru minta rekan-rekan turut mengawal proses ini," katanya.

Kronologi Pembacokan

Sebelumnya, debt collector berinisial SL (36) menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya pada Minggu (26/7) setelah diduga membacok petugas valet di Jalan Basuki Rahmat.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menjelaskan, peristiwa bermula saat SL mengetahui sebuah mobil Suzuki Karimun Wagon R GL MT bernomor polisi W 1508 AW berada di area parkir tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 03.15 WIB.

SL berniat menarik kendaraan tersebut karena menunggak angsuran di salah satu bank swasta.

"Tersangka mengajak teman tersangka, saudara P, saudara J, dan saudara M, kemudian menanyakan pada sekuriti yang kemudian dijawab mobil tersebut dibawa oleh seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan tim DJ H.C.I," kata Hadi.

SL kemudian menyampaikan bahwa kendaraan tersebut memiliki tunggakan angsuran. Namun, pihak yang menguasai mobil menolak menyerahkannya sehingga terjadi adu mulut.

"Sehingga terjadi cekcok mulut dan selanjutnya empat orang tukang parkir mendekati tersangka dan cekcok mulut berubah menjadi saling pukul antara tersangka dan tukang parkir," ujar Hadi.

Merasa kalah jumlah, SL bersama rekan-rekannya mundur. Saat itu, SL sempat merekam perkelahian dan mengirimkan rekaman tersebut kepada rekan-rekannya.

Sekitar 20 menit kemudian, sejumlah rekan SL datang ke lokasi. Mereka berusaha masuk ke tempat hiburan malam, tetapi dihalangi petugas keamanan.

"Karena dilarang, tersangka dan teman-temannya menyisir area parkir. Teman tersangka kemudian menemukan orang yang bersembunyi di dalam TGC dan memastikan bahwa yang bersembunyi adalah orang yang dicari oleh tersangka," kata Hadi.

Setelah itu, SL dan rekannya mengambil parang yang telah disiapkan di bagasi mobil. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menyerang petugas valet hingga mengalami luka parah sebelum para pelaku melarikan diri.

Akibat kejadian itu, tiga orang mengalami luka, yakni dua petugas valet dan seorang dari pihak pelaku. Korban dari pihak pelaku terluka akibat terkena senjata tajam yang dibawa SL.

"Untuk sajam selesai kejadian dibuang, begitu juga baju kaus warna merah yang dikenakan tersangka dibuang di Sungai Gunungsari," ujar Hadi.

Pasca-insiden tersebut, massa sempat menggeruduk markas debt collector di Jalan Teuku Umar pada Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari. Namun, aksi itu berhasil dicegah oleh personel Polrestabes Surabaya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kenapa KA Taksaka Disebut Anak Emas PT KAI
• 11 jam lalu
0
thumb
James Riady soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Mal Lippo Justru Bongkar Semua
• 7 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa KKN Toraja Utara Dorong Pemanfaatan Sekam Padi Jadi Briket Ramah Lingkungan
• 7 jam lalu
0
thumb
Bawa 70.114 Butir Ekstasi dan Sabu, Pilot Maskapai Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta
• 15 jam lalu
0
thumb
Indofood Raup Penjualan Rp 65,53 Triliun, pada Semester I 2026, Core Profit Tetap Tumbuh
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.