Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 1.263 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, TNI, dan pemerintah daerah.
Advertisement
“Sebanyak 1.263 personel gabungan terdiri dari Polda Metro Jaya serta TNI dan pemerintah daerah,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Menurut Budi, personel akan disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan peserta sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Monas tetap berjalan lancar. Selain itu, kepolisian juga melakukan deteksi dini dan sterilisasi lokasi. Kantong-kantong parkir telah disiapkan untuk menampung kendaraan para peserta.
“Personel ditempatkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk kegiatan aktivitas masyarakat secara rutin,” ujar Budi.
Sebanyak empat akses disediakan bagi masyarakat yang hendak masuk dan keluar kawasan acara, yakni Pintu Timur Laut Monas, Pintu Tenggara Monas, Pintu Lapangan Ikada, dan Pintu Barat Monas. Sementara itu, Pintu Barat Laut Monas dikhususkan bagi Presiden, Wakil Presiden, serta tamu VVIP dan VIP.
Pengaturan arus lalu lintas di sekitar Monas juga akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
“Untuk pengamanan ataupun rekayasa arus lalu lintas tetap dilakukan melihat situasi dan kondisi terkini,” katanya.
Zikir dan Doa Kebangsaan akan digelar di Lapangan Monas mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB. Masyarakat sudah dapat memasuki kawasan acara sejak pukul 15.00 WIB.
Acara yang terbuka untuk umum ini akan dihadiri Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta tokoh lintas agama. Rangkaian kegiatan meliputi khataman Al-Qur'an, salat Magrib berjamaah, hadrah, Shalawat Kebangsaan, hingga doa bersama.





Komentar (0)