VIVA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan terbaru Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan nilai komersial sebagian hak turnamen FIFA sehingga mampu meningkatkan pendanaan bagi pengembangan sepak bola di seluruh asosiasi anggota FIFA.
Erick Thohir menilai langkah tersebut sebagai kebijakan strategis yang dapat memberikan dampak positif bagi negara-negara yang tengah membangun fondasi sepak bolanya, termasuk Indonesia. Menurutnya, PSSI berdiri di belakang inisiatif yang diusung Gianni Infantino karena diyakini mampu menciptakan perkembangan sepak bola yang lebih merata dan inklusif.
"Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," kata Erick Thohir dalam pernyataan resminya.
Ia juga mengingat kembali situasi pasca-tragedi Kanjuruhan yang sempat menempatkan Indonesia dalam ancaman sanksi berat dari FIFA. Menurut Erick, keberhasilan Indonesia menghindari hukuman tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Mark J Rebilas
"Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun," ujarnya.
Erick Thohir, yang saat itu turut membantu menjembatani komunikasi dengan FIFA sebelum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menegaskan bahwa Indonesia layak mendapatkan dukungan konkret dari badan sepak bola dunia. Dengan basis penggemar sepak bola yang sangat besar, Indonesia dinilai tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pasar komersial.
"Kita sampaikan kepada FIFA bahwa kita butuh dibantu. Secara jumlah penggemar, kita bahkan lebih besar dari Brasil. Interaksi di media sosial klub-klub top Eropa membuktikan bahwa followers dari Indonesia selalu mendominasi. Artinya, kita jangan hanya mau dijadikan market," tegas Erick.
Ia menambahkan, komitmen FIFA terhadap Indonesia kini sudah terlihat melalui kehadiran kantor regional di Jakarta serta alokasi pendanaan yang mencapai sekitar satu hingga dua juta dolar AS setiap tahun untuk mendukung pengembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.






Komentar (0)