Dituding Pilih Kasih, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Bantuan Keluarga Korban Pengeroyokan di Bali Lebih Besar

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan dengan nominal berbeda kepada dua keluarga korban dalam kasus yang menyita perhatian publik memicu perdebatan di media sosial.

Tak sedikit warganet mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut hingga muncul tudingan bahwa Dedi bersikap pilih kasih.

Polemik bermula setelah Dedi diketahui memberikan bantuan senilai Rp50 juta kepada keluarga anak yang meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan di Bali.

Dedi Mulyadi - anak yang ayahnya meninggal karena dikeroyok massa di Bali
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71 - istimewa

Sementara itu, keluarga almarhum Sumarna, petugas keamanan yang tewas dibunuh di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, menerima bantuan tunai sebesar Rp25 juta.

Perbedaan nominal tersebut langsung menjadi bahan perbincangan publik.

Sejumlah warganet menilai keluarga satpam seharusnya mendapatkan perhatian yang sama, bahkan lebih besar karena merupakan warga Jawa Barat.

Menanggapi berbagai komentar tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan penjelasan secara terbuka melalui media sosialnya.

Ia menegaskan bahwa besaran bantuan yang diberikan tidak ditentukan secara asal, melainkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Antara

"Hayo sedang apa sekarang, sedang ngomongin perbedaan bantuan pembunuhan sekuriti dan korban pengeroyokan pencuri ayam di Bali ya? Saya dianggap membeda-bedakan ya?" tanya Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi, bantuan Rp25 juta kepada keluarga almarhum Sumarna bukanlah satu-satunya bentuk dukungan yang diberikan.

Ia justru lebih mengutamakan penyelesaian persoalan yang dinilai memiliki dampak jangka panjang.

"Waktu itu saya tidak menyerahkan, uang berbeda dengan yang di Bali karena ada beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama bahwa saya paham almarhum itu ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan pada pihak lain sehingga saya memilih untuk menyelesaikan kewajiban pada pihak lain dibanding menyerahkan uang tunai ke keluarga korban," kata KDM.

Viral di Medos Penemuan Jasad Satpam di Waduk Jatiluhur
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / medsos @infoseputarplatH

Selain membantu menyelesaikan persoalan keuangan, Dedi juga telah menyiapkan dukungan bagi masa depan kedua anak almarhum.

Anak sulung akan difasilitasi untuk menuntaskan pendidikan di tingkat SMK sekaligus dibantu memperoleh pekerjaan setelah lulus sehingga dapat menopang kebutuhan keluarga.

Sementara itu, anak bungsu yang masih bersekolah di tingkat SD akan menjadi anak asuh Dedi Mulyadi. Ia berkomitmen mendampingi pendidikan sang anak hingga dewasa agar masa depannya tetap terjamin.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Momentum Haul Akbar Ke -3 Syekh Yusuf Al-Makassari di Gowa: Refleksi Sejarah dan Pandangan Filosofis
• 20 jam lalu
0
thumb
Kronologi Pilot jadi Kurir 25 Kg Ekstasi Tertangkap di Bandara Soekarno Hatta
• 21 jam lalu
0
thumb
Kapolri Geser 2 Jenderal dari Posisi Wakapolda, Ini Daftarnya!
• 4 jam lalu
0
thumb
Foto: Dilema Kebun Binatang Johannesburg yang Merawat 3 Gajah Terakhir
• 7 jam lalu
0
thumb
Jadi Urat Nadi, PHR Hasilkan 700 Juta Kaki Kubik Gas di Sumatra
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.