REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berusaha mendorong pembangunan di Papua yang inklusif dan berkelanjutan. Hal itu salah satunya, melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, dengan menggelar pasar murah dan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jayapura.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan, Papua memiliki potensi besar untuk berkembang melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Berbagai produk unggulan seperti kopi, madu, sagu beserta produk turunannya, hingga minyak kelapa murni merupakan bukti bahwa kreativitas masyarakat mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Baca Juga
Air Mata dan Sujud Syukur Warnai Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN
Prabowo Puji Anak Buruh hingga Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN
Pemprov Papua Selatan Perkuat Disiplin ASN Lewat Aplikasi IDIS Versi 3
Apalagi, sambung dia, jika hal itu didukung dengan akses pasar, pendampingan, dan kolaborasi yang berkelanjutan. "Dari Tanah Papua, kita tunjukkan bahwa membangun dari pinggiran dan dari bawah mampu menggerakkan Indonesia. Inilah makna kehadiran negara yang adil dan merata," kata Ribka dalam siaran pers di Jakartra, Jumat (31/7/2026).
Selain memperkuat kapasitas UMKM, kata dia, penyelenggaraan pasar murah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah juga mendorong agar produk UMKM Papua terhubung dengan berbagai program strategis nasional, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemanfaatan Dana Desa, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi lokal yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Papua," ucap Ribka
Komentar (0)