Kuota Diklat Calon Manajer Kopdes Merah Putih Gelombang Kedua Dikurangi

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kuota calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk pendidkan dan pelatihan (diklat) gelombang kedua dipastikan akan mengalami pengurangan. Nantinya jumlah peserta tidak akan sebanyak gelombang pertama.

Hal itu dipastikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Namun tak disebutkan secara spesifik mengenai jumlah angkanya

Advertisement

BACA JUGA: Kemenkop Minta Manajer Koperasi Merah Putih Pahami Potensi Desa

“Kuotanya mungkin beda sedikit saja. Ya, kuotanya beda sedikit. Kalau kemarin hampir seimbanglah, ya. Tapi kurang sedikit ya,” kata Tri Budi.

Pemerintah saat ini telah menyelesaikan gelombang pertama program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer kopdes dan kampung nelayan.

Tri Budi mengatakan kini pemerintah langsung menyiapkan untuk gelombang kedua. Hanya saja, pelaksanaannya masi menunggu keputusan panitia pusat.

“Diklat gelombang kedua ini masih kita menunggu dari panitia pusat, yang nanti siang akan dirapatkan. Tetapi kita sudah menyiapkan personel-personel tersebut di dalam talent pool yang sudah disiapkan, yang kemarin juga kita sudah melakukan seleksi bersama-sama,” ucap Tri Budi.

Terlepas dari itu, Tri Budi memastikan pemerintah akan mempersiapkan gelombang kedua dengan baik. Pelaksanaan pada gelombang pertama akan jadi bahan evaluasi agar ke depan bisa lebih baik lagi.

"Terkait dengan evaluasi, memang sudah ada pada saat kita pendidikan awal, kita sudah mengevaluasi bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan Bela Negara. Sehingga pelaksanaan yang tadinya mencapai waktu yang sudah ditentukan, ya kita kurangi menjadi satu setengah bulan," jelas Tri Budi.

"Di mana satu setengah bulan tersebut satu bulan adalah waktu pendidikan dan latihannya Bela Negara, kemudian dua minggunya itu adalah pendidikan manajemen kepada perkoperasian, baik itu dari Agrinas Jaladri ataupun Agrinas Pangan, seperti itu," sambungnya.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemkab Agam Berupaya Pulangkan Korban Penyekapan di Myanmar
• 16 jam lalu
0
thumb
Khofifah Pastikan SR Terintegrasi Tuban Beroperasi, Seluruh Fasilitas Pendidikan Lengkap Hingga Layanan Psikolog
• 18 jam lalu
0
thumb
Malaysia Airlines Janji Kooperatif Usai Pilotnya Ditangkap di Kasus Ekstasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Taruna Akpol Ditemukan Tewas di Kompleks Akpol Semarang: Kondisi Terluka
• 24 menit lalu
0
thumb
Sempat Tak Diundang ke Pernikahan Nathalie Holscher, Sule Bisikkan Pesan Penting Ini kepada Aripat
• 29 menit lalu
0
Berhasil disimpan.