IHSG Menguat ke 6.216, Sesi 1 Naik 0,48%

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan sesi I, Jumat (31/7/2026), meski saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks.

IHSG menguat 0,48% ke level 6.216,28. Indeks sempat bergerak di rentang 6.201,89 hingga 6.236,62 pada sesi pertama.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor berada di zona hijau. Sektor bahan baku menguat 2,25%, properti 1,48%, utilitas 1,37%, dan konsumer non-primer 1,12%.


Sebaliknya, tekanan terjadi pada sektor finansial yang turun 0,51%, disusul teknologi yang melemah 0,30% dan konsumer primer yang terkoreksi 0,13%.

Penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham berbasis komoditas dan properti. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 7,63 poin terhadap indeks.

Selanjutnya terdapat PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang masing-masing menyumbang 2,10 poin, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 1,85 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 1,75 poin, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 1,64 poin.

Baca: Belum Sampaikan Laporan Keuangan, BEI Gembok Perdagangan 72 Emiten

Di sisi lain, penguatan indeks masih tertahan oleh pelemahan saham-saham perbankan dan telekomunikasi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat terbesar dengan mengurangi 9,99 poin IHSG, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang memangkas 6,27 poin, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebesar 3,17 poin, serta PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sebesar 1,74 poin.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada sesi pertama menunjukkan pola konsolidasi sehat setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Selama indeks tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari, kecenderungan tren jangka pendek masih mengarah positif, meski investor perlu mewaspadai mulai melambatnya momentum kenaikan yang tercermin dari indikator MACD.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang - Gejolak Rupiah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengamat Tata Kota: Bodetabek Perlu Tiru Terobosan Pengelolaan Sampah DKI Jakarta
• 7 menit lalu
0
thumb
Perang Makin Gila! Poros Perlawanan Iran Bangkit Lagi-Bidik Arab Saudi
• 8 jam lalu
0
thumb
Komisi IV Minta Pemda-BNPB Mitigasi Kekeringan: Perbaikan Irigasi-Pompanisasi
• 3 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Dituding Selingkuh Gegara Kasur Mewah, Pengacara Langsung Tantang Penyebar Rumor!
• 12 jam lalu
0
thumb
Insentif Kendaraan Listrik Diprioritaskan untuk Merek Nasional
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.