Insentif Kendaraan Listrik Diprioritaskan untuk Merek Nasional

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bagi mobil merek nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Agus, usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.

Namun, saat ditanya lebih lanjut, Agus tidak menjelaskan apakah insentif tersebut juga akan diberikan kepada produsen kendaraan listrik yang sudah beroperasi di Indonesia.

Pemerintah juga belum merinci sejumlah aspek kebijakan tersebut, termasuk definisi mobil merek nasional, apakah merujuk pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau juga mencakup kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi yang diproduksi di Indonesia.

Pemerintah juga belum memastikan apakah insentif hanya akan diberikan kepada mobil merek nasional atau tetap mencakup merek asing yang berproduksi di Indonesia, serta kapan skema insentif tersebut akan diumumkan. Pengembangan mobil dan motor nasional Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah memasukkan pengembangan mobil dan motor nasional sebagai salah satu Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pada agenda hilirisasi dan industrialisasi.

Dalam dokumen yang diakses pada 30 Juli 2026 itu dijelaskan pengembangan mobil nasional ditujukan untuk memperkuat kemandirian industri otomotif, meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur, memperkuat rantai pasok domestik, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Baca Juga :

Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, PT Vale Pacu Proyek HPAL Morowali


(Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok Kemenperin)

Program itu, juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor kendaraan melalui peningkatan kandungan lokal sekaligus memperbaiki neraca perdagangan.

Meski demikian, pemerintah menilai tantangan yang masih perlu diatasi meliputi pencapaian skala produksi yang efisien, efektivitas alih teknologi, serta peningkatan daya saing produk di pasar domestik maupun global.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem mobil nasional, pemerintah merencanakan pembangunan kawasan industri khusus mobil nasional seluas sekitar 412 hektare di Subang, Jawa Barat. Pada 2026, proyek tersebut telah memasuki tahap pre-feasibility study dan pradesain prototipe. Pendanaan dari Danantara dan swasta Dokumen KEM-PPKF 2027 juga menyebutkan pendanaan proyek mobil nasional dalam jangka menengah diharapkan berasal dari Danantara dan sektor swasta, dengan dukungan lintas kementerian dalam pengembangan ekosistem industrinya.

Selain mobil nasional, pemerintah juga mengembangkan program motor nasional berbasis listrik yang difokuskan untuk memperkuat kemandirian industri otomotif dan kebutuhan operasional negara.

Proyek ini berfokus pada pengembangan dan produksi kendaraan operasional roda dua listrik untuk kebutuhan taktis, dengan PT LEN sebagai pelaksana utama lintas kementerian.

“Hingga April 2026, proyek telah mencapai distribusi 3.000 unit secara nasional, dengan fase 1 selesai dan fase 2 dalam tahap akhir kontrak,” kata dokumen tersebut.

Pemerintah menilai program motor nasional berpotensi mendorong substitusi impor, meningkatkan kandungan lokal dan rantai pasok industri kendaraan listrik, serta memperkuat kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Toko Hijab Milik Ivan Gunawan di Purwokerto Dibobol Maling, Pelaku Diringkus
• 10 jam lalu
0
thumb
Pengunjung Rumah Hantu di Tulungagung Tewas di Pintu Keluar, Tiba-Tiba Terjatuh
• 3 jam lalu
0
thumb
Eri Cahyadi Minta DPR Kaji Ulang Pengurangan Pajak Daerah: Fiskal Kota Jangan Sampai Melemah
• 4 jam lalu
0
thumb
Dasco Fasilitasi Mediasi Pekerja PT SGN dan Manajemen Terkait Bonus Pekerja
• 17 jam lalu
0
thumb
Sasar Fasilitas Drone, Amerika Serikat Kembali Lancarkan Serangan ke Iran: Sekarang Giliran Kami
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.