Bank Danamon (BDMN) membukukan total kredit konsolidasian mencapai Rp230,1 triliun dan laba bersih periode berjalan hingga Rp2,4 triliun di semester I-2026.
IDXChannel - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan kinerja total kredit konsolidasian mencapai Rp230,1 triliun dan lonjakan laba bersih periode berjalan hingga Rp2,4 triliun di akhir semester I-2026.
Capaian pada paruh pertama tahun ini digadang-gadang mencerminkan berjalannya fungsi intermediasi perseroan di tengah dinamisnya kondisi ekonomi nasional. Pertumbuhan pembiayaan yang merata di seluruh lini bisnis mendongkrak perolehan laba secara progresif.
"Total kredit tumbuh 12 persne jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Danamon mencatatkan laba bersih tumbuh 33 persen," kata Chief Financial Officer Bank Danamon, Theresia Andriana Widjaja, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (31/7/2026).
Ekspansi kredit perseroan, kata Theresia, ditopang berkat kontribusi merata dari segmen enterprise banking dan financial institution, SME banking, consumer banking, hingga kinerja anak perusahaan Danamon.
Di sisi penghimpunan dana pihak ketiga, akumulasi rekening giro, tabungan, kasa, dan deposito konsolidasian perseroan melonjak 14 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp181,7 triliun.
Pertumbuhan dana masyarakat yang terhimpun turut memperkuat kapasitas likuiditas perseroan dalam menopang bisnis utama. Kondisi ini berbanding lurus dengan efisiensi biaya operasional dan perbaikan efektivitas pengelolaan risiko kredit.
"Laba operasional sebelum pencadangan atau PPOP konsolidasian tercatat sebesar Rp5,9 triliun, tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dan didukung perbaikan kualitas kredit yang tercermin pada penurunan biaya kredit atau Cost of Credit sebesar 12 persen YoY, serta NIM konsolidasian sebesar 8,1 persen," urai Theresia.
Seiring dengan peningkatan margin dan laba, Theresia mengatakan perseroan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian demi menjaga portofolio aset yang sehat. Hal ini sejalan dengan rasio Loan at Risk (LAR) yang membaik 263 basis poin menjadi 7,8 persen, serta rasio NPL Bruto yang turun 33 basis poin menjadi 1,7 persen.
Dalam hal mitigasi risiko, perseroan mempertebal rasio cakupan NPL (NPL Coverage Ratio) di level 282,4 persen dan rasio cakupan LAR (LAR Coverage) yang melonjak 795 basis poin YoY hingga mencapai 59,9 persen.
Penerapan manajemen risiko memungkinkan perseroan mempertahankan rasio aset bermasalah pada tingkat yang aman. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting bagi stabilitas usaha bank dalam jangka panjang.
"Danamon selalu mengedepankan prinsip hati-hatian dalam menjalankan bisnisnya," kata Theresia.
Dia menambahkan paparan soal kualitas portofolio aset berjalan beriringan dengan posisi likuiditas dan ketahanan modal perseroan yang sangat memadai. Per 30 Juni 2026, rasio cakupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) perseroan tercatat sebesar 134,8 persen dan rasio pendanaan stabil bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) berada di posisi 112,3 persen.
Dari sisi permodalan, rasio Kewajiban penyediaan modal minimum juga disebut terjaga di level 22,3 persen."Kualitas aset tersebut juga terjaga bersamaan dengan likuiditas dan permodalan yang tetap kuat," kata Theresia. (Febrina Ratna Iskana)






Komentar (0)