Jakarta, CNBC Indonesia - Gejala seperti pusing, mudah lelah, jantung berdebar, sesak napas, pandangan menggelap, hingga hampir pingsan bisa jadi bukan sekadar kelelahan. Ada kemungkinan ini merupakan tanda bradikardia, yaitu detak jantung yang lebih lambat akibat gangguan sistem kelistrikan jantung, sehingga pasokan darah ke tubuh berkurang.
Dalam kondisi tertentu, bradikardia dapat ditangani dengan pacemaker (alat pacu jantung) yaitu perangkat elektronik kecil yang berfungsi mengirimkan impuls listrik untuk menjaga irama jantung tetap normal.
Dokter Agung Fabian dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Tangerang menjelaskan, pacemaker dipasang ketika detak jantung terlalu lambat atau sistem kelistrikan jantung gagal menghantarkan impuls listrik. Kebutuhan pemakaian alat ini juga bergantung pada penyebab bradikardia, seperti gangguan pada sinus node yang menghasilkan impuls listrik jantung, heart block atau hambatan penghantaran sinyal listrik di jantung, serta efek obat-obatan, proses penuaan, maupun penyakit jantung tertentu.
Sebagaimana diketahui, pacemaker berbentuk bulat pipih menyerupai permukaan jam tangan, dengan diameter sekitar 4-6 cm dan berbahan logam. Alat ini ditanam di bawah kulit dada, sedangkan kabelnya dimasukkan melalui pembuluh darah vena hingga mencapai ruang jantung. Alat ini memiliki berbagai macam jenis yang digunakan sesuai kondisi pasien.
"Misalnya, pada pasien gagal jantung dengan kontraksi jantung yang tidak sinkron, dokter dapat menggunakan terapi resinkronisasi jantung (Cardiac Resynchronization Therapy/CRT) atau Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) untuk mendeteksi gangguan irama jantung (aritmia) dan menghentikan aritmia yang mengancam nyawa," terang dr. Agung dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Untuk menentukan kebutuhan pemasangan pacemaker, pasien perlu menjalani evaluasi menyeluruh, dr. Rerdin Julario dari Mayapada Hospital Surabaya, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan melalui EKG untuk merekam aktivitas listrik jantung, Holter yang memantau irama jantung selama 24-48 jam, event monitor untuk merekam irama jantung saat keluhan muncul, serta ekokardiografi, tes darah, dan evaluasi penggunaan obat.
"Lalu, jika pasien memang harus menggunakan pacemaker, alat ini umumnya tidak membatasi aktivitas sehari-hari. Namun, kontrol rutin tetap diperlukan untuk memantau fungsi alat dan kondisi jantung," lanjut dia.
Bradikardia sendiri sering kali tidak bergejala, sehingga masyarakat perlu lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan jantung untuk membantu mendeteksinya sejak dini dan menentukan penanganan yang tepat, termasuk kebutuhan pemasangan pacemaker.
Maka dari itu, Mayapada Hospital menyediakan Cardiovascular Center untuk perawatan jantung komprehensif mulai dari skrining, diagnosis, intervensi, bedah jantung, hingga rehabilitasi, didukung tim dokter multidisiplin dan teknologi mutakhir, serta pendampingan Cardiac Advisor bagi pasien dan keluarga sejak awal perawatan hingga pemulihan. Layanan ini tersedia di unit Mayapada Hospital yang ada di Jakarta (Kuningan, Lebak Bulus, Cakung), Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara.
Layanan serupa juga ada di Mayapada Hospital Surabaya yaitu Heart & Vascular Center yang memiliki 3 keunggulan utama. Di antaranya adalah keberadaan Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit untuk deteksi penyebab nyeri dada dan Cardiac Emergency didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam on-site, Advanced Treatment untuk berbagai masalah jantung kompleks, dan Team-Based Management melalui kolaborasi aktif tim Cardiac Board yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.
Sebagai catatan, penjadwalan konsultasi bersama dokter jantung di Mayapada Hospital dapat dilakukan melalui call center 150770 atau WhatsApp 0817-1715-077. Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
(rah/rah)





Komentar (0)