Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada 12 Juli. Gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan gelar juara dunia bagi Spanyol. Seusai pertandingan, suasana memanas hingga terjadi bentrokan yang melibatkan sejumlah pemain dan ofisial kedua tim.
Setelah melakukan penyelidikan selama sepekan, FIFA resmi membuka proses hukum terhadap Paredes, Molina, dan Ayala. Ketiganya diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap sejumlah pemain Spanyol, di antaranya Gavi, Rodri, dan Dani Olmo.
Baca Juga :
Arlyansyah Tegaskan Persija Terus Bertumbuh Usai Imbang Lawan Port FCSelain ketiga nama tersebut, FIFA juga membuka proses disipliner terhadap gelandang Argentina Thiago Almada dan pemain Spanyol Gavi atas dugaan perilaku tidak sportif selama insiden berlangsung.
Dilansir dari ESPN, perkara yang menjerat Paredes, Molina, dan Ayala menjadi kasus paling serius dalam rangkaian insiden pascalaga. Jika terbukti melanggar Kode Disiplin FIFA, ketiganya berpotensi menerima hukuman skorsing dalam jangka waktu yang panjang.
"Sesuai dengan Kode Disiplin FIFA, para pihak yang bersangkutan kini telah diberikan kesempatan untuk menyampaikan posisi mereka, setelah itu keputusan akan dikeluarkan oleh Komite Disiplin FIFA pada waktunya," demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.
Tak hanya menyasar individu, FIFA juga membuka proses hukum terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) atas dugaan berbagai pelanggaran yang terjadi selama Piala Dunia 2026.
Penyelidikan terhadap AFA berkaitan dengan dugaan penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi non olahraga, perilaku buruk tim, diskriminasi dan pelecehan rasis, serta pelanggaran ketertiban dan keamanan pertandingan.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





Komentar (0)