Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan kebijakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun sudah berjalan.
Maruarar mengatakan implementasi KPR tenor panjang itu telah dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pemangku kepentingan.
"Arahan Bapak mengenai tenor KPR hingga 40 tahun juga sudah dapat dijalankan bersama BP Tapera, Kementerian Keuangan, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucap menteri yang akrab disapa Ara, pada acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi di Kab Batang, Kamis (30/7).
Meski demikian, katanya, Ara tak mewajibkan masyarakat mengambil tenor hingga 40 tahun. Menurutnya, masyarakat tetap diberikan keleluasaan memilih jangka waktu cicilan sesuai kemampuan finansial masing-masing.
"Namun masyarakat tetap diberikan pilihan. Mau tenor 10 tahun, 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun, atau sampai 40 tahun, semuanya tersedia. Kami memberikan pilihan kepada rakyat,” lanjut Ara.
Selain memastikan kesiapan program KPR tenor 40 tahun, Ara juga menyampaikan program gentengisasi mulai berjalan di sejumlah daerah.
"Program gentengisasi juga sudah mulai berjalan dengan baik. Program ini telah dimulai di Majalengka dan Plered,” kata Ara.
Dia melanjutkan, sektor perumahan diproyeksi makin bergeliat pada tahun ini seiring target renovasi 400 ribu rumah dan pembangunan rumah subsidi.
"Tahun ini akan semakin banyak pekerjaan karena terdapat sekitar 400 ribu rumah yang akan direnovasi serta sekitar 340 ribu rumah subsidi yang dibangun. Artinya UMKM bergerak, produsen genteng bergerak, toko bangunan bergerak, dan ekonomi rakyat ikut bergerak,” jelas Ara.
Sebelumnya, Ara mengungkap kelanjutan dari rencana perpanjangan tenor KPR menjadi 40 tahun, dari aturan saat ini maksimal hingga 30 tahun. Menurutnya, aturan terkait skema tersebut ditarget rampung tahun ini.
“Sesudah rapat lah, sesudah rapat dengan Tapera. Ya harus segera, tahun ini, enggak boleh lama-lama lagi,” kata sosok yang akrab disapa Ara itu di Gedung Parlemen, Jakarta pada Rabu (17/6).
Saat ini, Ara juga menjelaskan ia akan mencari waktu yang tepat untuk membahas skema tersebut bersama BP Tapera. Adapun salah satu Anggota Komite Tapera adalah Menteri Keuangan dalam hal ini Purbaya Yudhi Sadewa.






Komentar (0)