Banyak Kantor Tarik Karyawan, WFA Masih Jadi Andalan Industri Kreatif

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Perubahan pola kerja di Indonesia memasuki babak baru. Di tengah tren sejumlah perusahaan yang mendorong karyawan kembali bekerja dari kantor, model kerja fleksibel seperti Work From Anywhere (WFA) masih dinilai relevan, terutama bagi industri yang mengandalkan kreativitas dan talenta.
 
Namun, penerapan kerja fleksibel bukan sekadar memberikan kebebasan bekerja dari mana saja. Sistem tersebut membutuhkan budaya kerja, kepemimpinan, akuntabilitas, serta indikator kinerja yang jelas agar fleksibilitas tetap sejalan dengan produktivitas dan target bisnis.
 
Hal itu tercermin dari strategi 5758 Creative Lab yang mempertahankan WFA sebagai model kerja utama. Perusahaan kreatif ini menitikberatkan penilaian karyawan pada hasil pekerjaan, kualitas kolaborasi, dan pencapaian target, bukan semata-mata kehadiran fisik di kantor.

Strategi tersebut mengantarkan 5758 Creative Lab meraih Silver Award kategori Best Remote Work Strategy pada Employee Experience Awards Indonesia 2026. Penghargaan ini menjadi pencapaian ketiga secara beruntun bagi perusahaan di ajang yang sama. Sebelumnya, 5758 Creative Lab meraih Bronze Award kategori Excellence in Employee Volunteerism pada 2024 dan Best Hybrid Work Model pada 2025.
 
CEO 5758 Creative Lab Barlieve Xaverina mengatakan fleksibilitas kerja tidak seharusnya hanya dipahami dari lokasi karyawan bekerja. Menurutnya, keberhasilan sistem kerja fleksibel lebih ditentukan oleh kemampuan perusahaan membangun budaya yang berlandaskan kepercayaan, akuntabilitas, dan kepemimpinan yang jelas.
 
“Banyak yang menganggap remote work adalah soal lokasi bekerja. Bagi kami, yang menentukan bukan di mana orang bekerja, melainkan bagaimana perusahaan membangun budaya yang dilandasi kepercayaan, akuntabilitas, dan kepemimpinan yang jelas,” ujar Barlieve, Kamis (30/7/2026).
 
Menurutnya, ketika fondasi organisasi kuat, fleksibilitas justru dapat menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.
 
“Ketika fondasi itu kuat, fleksibilitas justru menjadi keunggulan kompetitif. Penghargaan ini adalah pengakuan atas konsistensi seluruh tim kami dalam membuktikan hal tersebut,” lanjutnya.
 
Penerapan WFA di 5758 Creative Lab dilakukan melalui sistem kerja berbasis outcome. Dengan model ini, perusahaan lebih menekankan hasil yang dicapai karyawan dibandingkan dengan durasi dan lokasi kerja.
 
"Pendekatan tersebut sekaligus menjawab tantangan utama sistem kerja fleksibel, yakni menjaga komunikasi, kolaborasi, dan rasa memiliki di tengah tim yang tidak selalu berada di ruang kerja yang sama," katanya.
 
Barlieve menjelaskan strategi people-first yang diterapkan perusahaan juga disebut berdampak terhadap kinerja bisnis. Revenue 5758 Creative Lab meningkat hampir dua kali lipat, dari 3,3% menjadi 6,3%. Sementara itu, tingkat kepuasan klien meningkat sekitar 15%.
 
"Kinerja itu menunjukkan fleksibilitas dan produktivitas tidak selalu bertolak belakang. Dengan sistem tepat, perusahaan dapat memberi ruang kerja fleksibel kepada karyawan dan menjaga target bisnis," ujarnya.
 
Ia menuturkan dampaknya juga terlihat dari kualitas karya. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah kampanye 5758 Creative Lab meraih pengakuan industri kreatif. Di antaranya Bronze kategori Social Media Campaign di Pinasthika Awards 2024 melalui kampanye Grab Kejar Refal Challenge.
 
Kemudian, Bronze kategori Influencer Marketing Campaign di Pinasthika Awards 2025 melalui kampanye Kepincut Member Stecu (GrabUnlimited), dan nominasi Best Use of Influencer di Citra Pariwara melalui kampanye yang sama.
 
Barlieve menilai perubahan pola kerja tidak semestinya diposisikan sebagai pertarungan antara bekerja dari kantor atau secara remote. Setiap perusahaan perlu menentukan model kerja berdasarkan karakter bisnis, kebutuhan organisasi, serta pola kerja talenta yang dimiliki.
 
"Bagi industri kreatif, fleksibilitas dapat menjadi faktor untuk mempertahankan talenta sekaligus mendorong kreativitas. Namun, kebijakan tersebut tetap harus diikuti sistem kolaborasi, target, dan evaluasi yang terukur," paparnya.
 
Ia menambahkan sejak menerapkan WFA sebagai model kerja utama, 5758 Creative Lab terus mengembangkan kolaborasi berbasis outcome, pengembangan talenta, serta budaya kerja yang menempatkan manusia sebagai pusat pertumbuhan bisnis.
 
“Bagi kami, employee experience bukan sekadar benefit bagi karyawan, tetapi bagian dari strategi bisnis jangka panjang,” kata Barlieve.
 
Menurutnya, organisasi yang mampu menghadirkan pengalaman kerja sehat, adaptif, dan bermakna akan lebih siap menghadapi perubahan industri.
 
"Fleksibilitas kerja pun tidak lagi sekadar fasilitas karyawan, tetapi dapat jadi strategi perusahaan untuk memenangkan persaingan talenta, menjaga produktivitas, dan membangun bisnis berkelanjutan," tutupnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Isuzu Maksimalkan Produktivitas Kendaraan Komersial
• 5 jam lalu
0
thumb
Mendagri: Sudah Waktunya Revisi Gaji Kepala Daerah
• 1 jam lalu
0
thumb
Delegasi Alumni Jesuit dari 57 Negara Hadiri Kongres WUJA di Sanata Dharma
• 6 jam lalu
0
thumb
KPK Panggil Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto dan 7 Saksi terkait Kasus Etik Suryani
• 23 jam lalu
0
thumb
Cara Naik TransJakarta dan KRL Gratis Pakai QRIS Tap ShopeePay, Cukup Tempel HP
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.