GoPay Melesat, Gojek Terdampak Komisi 8%: Begini Peta Baru Bisnis GoTo

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan tonggak sejarah baru pada kuartal II. Untuk pertama kalinya, profitabilitas lini bisnis Fintech yakni GoPay melampaui bisnis On-demand Services yaitu Gojek. Capaian ini mendorong Perseroan mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.

Pada kuartal II, GoTo Gojek Tokopedia mencatatkan laba bersih Rp 252 miliar, melanjutkan kinerja positif setelah meraih laba bersih Rp 171 miliar pada kuartal I.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1 triliun untuk pertama kalinya,” kata Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo dalam keterangan pers, Rabu (29/7).

Pertumbuhan juga mengalami akselerasi, tecermin dari peningkatan Nilai Transaksi Bruto atau Gross Transaction Value (GTV) inti 83% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 164 triliun, sementara pendapatan bersih meningkat 31% menjadi Rp 5,7 triliun.

“Kini profitabilitas bisnis fintech melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” Hans menambahkan.

Hans juga menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah menurunkan besaran komisi layanan pengantaran orang rodaatau ojol dari 20% menjadi 8% berdampak terhadap bisnis. “Struktur komisi ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7% dari pendapatan bersih Grup,” kata Hans.

Gojek memiliki beberapa layanan, di antaranya pengantaran orang roda dua atau ojol Goride, pengantaran orang roda empat GoRide, pengantaran barang seperti GoSend, dan pengantaran makanan GoFood. GoRide menyumbang 7% dari pendapatan bersih GoTo.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” Hans menambahkan. “Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya.”

Oleh karena itu, GoTo Gojek Tokopedia tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2 triliun – Rp 3,4 triliun. “Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar.”

Perbandingan Kinerja GoPay dan Gojek pada Kuartal II

Pada periode April hingga Juni 2026, lini bisnis GoPay menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih agresif dibandingkan Gojek:

  • EBITDA yang Disesuaikan: GoPay mencatatkan EBITDA Rp 481 miliar, melonjak signifikan sebesar 447%. Angka ini berhasil melewati EBITDA bisnis Gojek yang berada di posisi Rp 464 miliar atau tumbuh 41%.
  • Pendapatan Bersih: Gojek masih menyumbang pendapatan lebih besar yakni Rp 3,6 triliun atau naik 20%. Namun, pertumbuhan pendapatan GoPay jauh lebih tinggi sebesar 53% dengan nilai mencapai Rp 2,07 triliun.
  • GTV: GTV Inti Fintech melesat 91% menjadi Rp 157 triliun. Sementara itu, GTV Gojek tumbuh melambat 2% menjadi Rp 16,7 triliun karena perseroan lebih memprioritaskan peningkatan margin.
Perbandingan Kinerja GoPay dan Gojek pada Semester I

Secara akumulatif selama enam bulan pertama tahun 2026, bisnis Gojek masih memimpin dalam angka absolut EBITDA, namun GoPay mencatatkan persentase pertumbuhan yang sangat tajam:

  • EBITDA yang Disesuaikan: Gojek membukukan EBITDA sebesar Rp 903 miliar atau tumbuh 41%. Di sisi lain, Gopay menempel ketat dengan EBITDA sebesar Rp 845 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan luar biasa sebesar 526% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • Pendapatan Bersih: Gojek meraup Rp 6,95 triliun atau naik 16%, sedangkan GoPay mengumpulkan Rp 3,98 triliun atau naik 55%.
  • GTV: GTV Gojek selama semester I tercatat Rp 33,03 triliun atau naik 3%. Sementara itu, GTV Inti Fintech mencapai Rp287,9 triliun atau naik 82%.

Seiring dengan dinamika itu, manajemen GoTo melakukan penyesuaian terhadap pedoman kinerja setahun penuh 2026:

  1. EBITDA yang Disesuaikan GoPay dinaikkan dari sebelumnya Rp 1,4 triliun - Rp 1,5 triliun menjadi Rp 1,7 triliun – Rp 1,8 triliun, karena performa bisnis yang terus unggul, terutama didorong oleh pertumbuhan pinjaman yang mencapai nilai buku Rp 11 triliun atau naik 58%
  2. EBITDA yang Disesuaikan Gojek diturunkan dari sebelumnya Rp 1,7 triliun - Rp 1,8 triliun menjadi Rp 1,4 triliun – Rp 1,5 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa kekuatan ekosistem yang saling menopang memungkinkan perusahaan tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan di kisaran Rp 3,2 triliun – Rp 3,4 triliun untuk tahun ini.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Rp2,7 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, Ini Penampakannya
• 7 jam lalu
0
thumb
Bupati se-RI Minta Tak Ada Pemotongan Anggaran 2027, Soroti DBH-PAD Daerah
• 8 jam lalu
0
thumb
Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat
• 7 jam lalu
0
thumb
YSL Lovenude Collection: Inovasi Lip Blusher dan Lip Liner untuk Tampilan Bibir Alami dan Memikat
• 4 jam lalu
0
thumb
Zack Lee, Mantan Suami Nafa Urbach Diduga Berpacaran dengan Penyanyi Jebolan AFI
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.