Pendapatan United Tractors Turun Jadi Rp58,3 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Anjlok 48 Persen

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT United Tractors Tbk (UNTR), emiten yang tergabung dalam Grup PT Astra International Tbk (ASII), mencatatkan penurunan kinerja keuangan sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun atau turun 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp68,5 triliun.

Penurunan pendapatan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya penjualan emas dari anak usaha PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal maupun metalurgi.

Baca Juga :
Astra International Tebar Dividen Rp390 per Lembar, Cair Bulan Depan
Astra International Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi

Corporate Secretary United Tractors Ari Setiyawan menjelaskan, turunnya pendapatan juga berkaitan dengan alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, perseroan masih memperoleh penopang dari sektor kontraktor penambangan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan.

"Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor kontraktor penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs dolar AS," ujar Ari Setiyawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Penjualan Emas Menurun Akibat Penghentian Operasional Sementara

Salah satu faktor utama yang menekan kinerja United Tractors berasal dari penurunan penjualan emas di Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources.

Perseroan menjelaskan, penjualan emas menurun karena sempat terjadi penghentian sementara operasional tambang tersebut. Meski demikian, kegiatan operasional telah kembali berjalan pada periode pelaporan kuartal II 2026.

Kembalinya aktivitas tambang diharapkan dapat mendukung pemulihan kinerja perusahaan pada periode berikutnya, meskipun dampaknya belum sepenuhnya tercermin pada laporan keuangan semester pertama tahun ini.

Laba Bersih Turun Hampir Separuh

Sejalan dengan penurunan pendapatan, United Tractors juga membukukan penurunan laba bersih yang cukup signifikan.

Laba bersih yang tidak termasuk komponen non-recurring items tercatat sebesar Rp4,3 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut turun 48 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, perseroan juga mencatat non-recurring items senilai Rp3,3 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Komponen tersebut terutama berasal dari penurunan nilai investasi pada Supreme Geothermal Energy, serta pembayaran yang berkaitan dengan kegiatan sebelumnya di kawasan hutan sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.

Baca Juga :
Astra International Rogoh Rp2 Triliun untuk Buyback Saham di Tengah Fluktuasi Pasar, Saham Langsung Kinclong!
Dua Hari Lagi Pencatatan Terakhir! United Tractors Siap Tebar Dividen Interim di Bulan Oktober
Investasi di Sektor Kesehatan Rp8,6 triliun, Astra Internasional Bidik Peningkatan Pasar

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nyaris Diamuk Warga, Pencuri Rokok di Bangkalan Diselamatkan Emak-Emak dan Diberi Makan
• 21 jam lalu
0
thumb
Setelah 9 Bulan, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno Resmi Ditahan Terkait Kasus Pengeroyokan
• 5 jam lalu
0
thumb
Ayah Pegawai KPK Jadi Makelar Kasus, Minta Rp 2 Miliar ke Bupati Pemalang untuk Urus Perkara
• 9 jam lalu
0
thumb
Ocehan Netanyahu Bikin Amarah Trump Terpicu
• 15 jam lalu
0
thumb
Kronologi Begal Payudara di Bogor
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.