Ayah Pegawai KPK Jadi Makelar Kasus, Minta Rp 2 Miliar ke Bupati Pemalang untuk Urus Perkara

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap ayah seorang staf administrasi KPK, Lilik Budi Suprianto, diduga meminta uang Rp 2 miliar kepada Bupati Pemalang Anom Widiyantoro untuk mengurus perkara dugaan korupsi yang menyeret nama kepala daerah tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan, permintaan uang itu muncul setelah Lilik diperkenalkan kepada orang kepercayaan Anom, Mohamad Haris alias Gus Haris, oleh adik ipar Gus Haris.

Adapun staf adminisstrasi KPK yang juga merupakan anak Lilik bernama Setya Budi Dias. 

"GHA (Gus Haris) sebagai representasi Bupati Pemalang menemui saudara HAH (Harun) selaku adik iparnya untuk dikenalkan dengan saudara LBS (Lilik Budi Suprianto) selaku pihak swasta atau ayah dari saudara DIS (Setya Budi Dias) yang merupakan staf administrasi di KPK," kata Ahmad dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Dkk Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan

Menurut Ahmad, setelah perkenalan tersebut, Anom, Gus Haris, dan Lilik menggelar tiga kali pertemuan di sebuah restoran di wilayah Magelang dan Semarang.

"Dalam pertemuan tersebut, LBS meminta uang pengurusan perkara sejumlah Rp 2 miliar," ujar Ahmad.

Ia menjelaskan, pada pertemuan kedua, Anom dan Gus Haris diyakinkan oleh Lilik bahwa perkara yang menyeret nama Bupati Pemalang dapat diurus.

Setelah itu, ketiganya sepakat menyiapkan uang agar perkara tersebut dapat diselesaikan.

"Pada pertemuan kedua atau setelah AWI dan GHA diyakinkan bahwa LBS bisa mengurus perkara dimaksud, terjadi kesepakatan antara AWI dan GHA dengan LBS untuk menyiapkan uang tersebut agar perkara yang menyeret nama Bupati Pemalang dapat diselesaikan," kata Ahmad.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Anom melalui Gus Haris diduga mengumpulkan uang dari sejumlah perangkat daerah dan pihak swasta.

Baca juga: Bupati Pemalang Peras Anak Buah hingga Rp 1,98 Miliar untuk Suap Pegawai KPK

Dari hasil pengumpulan itu, terkumpul dana sebesar Rp 1,98 miliar. Sebanyak Rp 1,2 miliar di antaranya kemudian diserahkan kepada Lilik.

"Selanjutnya, dari pengumpulan uang yang dilakukan Bupati melalui GHA dari sejumlah perangkat daerah dan pihak swasta tersebut, pada akhirnya diberikan senilai Rp 1,2 miliar oleh GHA kepada LBS," ujar Ahmad.

Sementara itu, KPK masih menelusuri keberadaan sisa uang yang telah dikumpulkan Gus Haris.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, orang kepercayaannya Mohamad Haris alias Gus Haris, Lilik Budi Suprianto selaku pihak swasta sekaligus ayah staf administrasi KPK Setya Budi Dias, serta Setya Budi Dias.

Lilik dan Setya Budi Dias disangka melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Keiko Fujimori Dilantik Sebagai Presiden Baru Peru
• 5 jam lalu
0
thumb
Danantara Gelar Housing Expo 2026, Hadirkan Beragam Pilihan Hunian
• 19 jam lalu
0
thumb
Ferdinand Hutahaean Curigai Dakwaan Jaksa ke Dokter Tifa Direkayasa agar Jokowi Tidak Hadir di Persidangan
• 10 jam lalu
0
thumb
Tarif AS untuk RI Lebih Kecil dari Vietnam dan Thailand, Daya Saing akan Unggul?
• 16 jam lalu
0
thumb
Piala AFF 2026: Pertahanan Timor Leste Rapuh, Mangsa Mudah bagi Mitchell Baker Cs?
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.