Air, Sumber Kehidupan yang Harus Dijaga

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Heka Hertanto, Praktisi CSR Artha Graha Peduli

REPUBLIKA.CO.ID, Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, air semakin menunjukkan posisinya sebagai sumber daya paling berharga bagi kehidupan. Tanpa air, tidak akan ada kehidupan.

Seluruh makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan bergantung pada keberadaan air untuk tumbuh, berkembang, dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Ironisnya, meskipun sekitar 71 persen permukaan bumi tertutup air, hanya sebagian kecil yang benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai air bersih untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Data yang dikutip dari LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa sekitar 97 persen air di bumi merupakan air asin yang tidak dapat langsung dikonsumsi manusia. Sementara itu, hanya sekitar 3 persen berupa air tawar, dan tidak seluruhnya mudah diakses karena sebagian besar tersimpan dalam bentuk es di kutub maupun berada jauh di lapisan bawah tanah.

Artinya, sumber daya air bersih yang benar-benar tersedia bagi manusia jumlahnya sangat terbatas. Fakta ini menjadi pengingat bahwa air bukanlah sumber daya yang tidak akan habis, melainkan kekayaan alam yang harus dijaga keberlanjutannya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Secara ilmiah, air merupakan senyawa kimia yang tersusun atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen (H₂O). Air tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, namun memiliki fungsi yang luar biasa. Sekitar 60–70 persen tubuh manusia terdiri atas air, yang menunjukkan bahwa kehidupan manusia pada hakikatnya sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup dan berkualitas.

Peran air bagi tubuh manusia tidak sekadar untuk menghilangkan dahaga. Air menjaga kestabilan suhu tubuh, mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh sel, membantu proses pembuangan racun melalui ginjal, serta melumasi sendi agar tubuh dapat bergerak dengan baik.

Oleh karena itu, menjaga kebutuhan cairan harian menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan. Secara umum, perempuan membutuhkan sekitar 1,6 liter air per hari, sedangkan laki-laki sekitar 2 liter, dengan kebutuhan yang dapat meningkat ketika beraktivitas berat, berada di lingkungan panas, atau sedang mengalami sakit.

Namun, persoalan utama saat ini bukan hanya mengenai kebutuhan air, melainkan juga mengenai ketersediaan air bersih. Pertumbuhan penduduk, pencemaran sungai, eksploitasi sumber daya alam, serta perubahan iklim telah menyebabkan semakin terbatasnya akses masyarakat terhadap air yang layak konsumsi. Jika kondisi ini terus diabaikan, krisis air bersih bukan lagi sekadar prediksi, melainkan kenyataan yang akan dihadapi oleh generasi mendatang.

Oleh karena itu, menjaga kelestarian air merupakan tanggung jawab bersama. Upaya ini tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Mengingat jumlah air bersih yang tersedia sangat terbatas, setiap individu memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan sumber daya tersebut melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Tanggung Jawab Melestarikan Air

Langkah pertama yang paling mudah adalah menggunakan air secara bijaksana. Kebiasaan mandi terlalu lama, membiarkan keran tetap terbuka, atau menggunakan air secara berlebihan saat mencuci kendaraan dan menyiram tanaman merupakan bentuk pemborosan yang seharusnya dihindari. Penggunaan alat penyemprot saat mencuci kendaraan atau menyiram tanaman dapat membantu menghemat konsumsi air secara signifikan apabila dilakukan secara konsisten.

Selain itu, masyarakat juga perlu mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan deterjen, sabun, pestisida, maupun bahan kimia rumah tangga secara berlebihan dapat mencemari sumber air.

Ketika zat-zat tersebut masuk ke sungai atau laut, keseimbangan ekosistem terganggu, termasuk rusaknya alga yang menjadi sumber makanan bagi berbagai organisme air. Dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga manusia yang bergantung pada kualitas air tersebut.

Upaya berikutnya adalah membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang menumpuk di sungai, selokan, dan saluran drainase menjadi penyebab utama pencemaran air sekaligus meningkatkan risiko banjir.

Sungai yang dipenuhi sampah tidak lagi dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih maupun habitat yang sehat bagi berbagai makhluk hidup. Menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap pelestarian air.

Tidak kalah penting, masyarakat harus mengelola limbah bahan kimia secara bertanggung jawab. Limbah seperti cat, oli, minyak, dan bahan kimia lainnya tidak boleh dibuang langsung ke sungai atau saluran air karena dapat mencemari sumber air dalam jangka panjang. Pengelolaan limbah yang benar sesuai ketentuan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air agar tetap aman bagi kehidupan.

Air juga memiliki nilai yang jauh melampaui aspek biologis. Dalam berbagai peradaban kuno, air dipandang sebagai simbol kehidupan, kesuburan, dan penyucian. Bagi bangsa Arya atau rumpun Indo-Iran, misalnya, air merupakan unsur yang disakralkan karena menjadi penentu keberlangsungan hidup masyarakat pengembara. Air tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga memiliki makna filosofis dan spiritual yang mendalam.

Pandangan tersebut selaras dengan ajaran Islam yang menempatkan air sebagai salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah SWT kepada umat manusia. Alquran menjelaskan bahwa air hujan menjadi sebab tumbuhnya berbagai tanaman dan buah-buahan sebagai rezeki bagi manusia. Allah SWT berfirman:

Dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)

Dalam syariat Islam air memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai sarana bersuci. Air menjadi media untuk menghilangkan hadas dan najis melalui wudu maupun mandi wajib sehingga menjadi salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah salat. Hal ini menunjukkan bahwa air bukan hanya menopang kehidupan jasmani, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual seorang muslim.

Melihat begitu besarnya peran air, sudah semestinya setiap individu memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian sumber daya ini. Menghemat penggunaan air, tidak mencemari sungai, menjaga daerah resapan, menanam pohon, mengelola limbah dengan benar, serta mendukung kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan merupakan bentuk tanggung jawab bersama. Air bukanlah sumber daya yang tidak terbatas. Jika tidak dikelola dengan bijaksana, keberadaannya dapat semakin langka dan memicu berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga kesehatan.

Pada akhirnya, air bukan sekadar zat kimia yang mengalir di sungai atau mengisi lautan. Air adalah sumber kehidupan, simbol kesucian, sekaligus anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama.

Menjaga air berarti menjaga masa depan manusia. Sebab, setiap tetes air yang kita hemat dan setiap sumber air yang kita lindungi hari ini merupakan investasi bagi keberlangsungan kehidupan generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Head to Head Indonesia vs Timor Leste: Garuda Bermodal Sempurna, Ada Memori Skor 6-0
• 1 jam lalu
0
thumb
Memasuki Tahun Kelima, PINTU Incubator Semakin Konsisten Mendukung Talenta Mode Tanah Air
• 4 jam lalu
0
thumb
Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan bak Sirkus: Tidak Sesuai yang Sebenarnya
• 32 menit lalu
0
thumb
Harga Emas Pegadaian Kamis Ini, Antam Rp2,721 Juta per Gram dan UBS Rp2,607 Juta
• 5 jam lalu
0
thumb
Sampai Usia Berapa Anak Perlu Tidur Siang? Ini Penjelasan Dokter
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.