Memasuki Tahun Kelima, PINTU Incubator Semakin Konsisten Mendukung Talenta Mode Tanah Air

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Indonesia memiliki banyak talenta mode berbakat. Inilah yang menjadi alasan dari lahirnya PINTU Incubator, sebuah program yang dirancang untuk mendukung talenta mode tanah air.

Program PINTU Incubator yang diinisiasi oleh JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, telah memasuki tahun kelima. Memasuki tahun kelima terselenggaranya PINTU, program ini semakin konsisten dalam mendukung talenta mode di tanah air.

Dalam perjalanannya, PINTU Incubator terus berupaya untuk memperkuat kolaborasi mode antara Indonesia dan Prancis. Hal tersebut dilakukan melalui pengembangan talenta, pertukaran pengetahuan antar dua negara, kolaborasi kreatif, dan juga pengalaman lintas budaya.

Di tahun 2026 ini, PINTU telah membantu beberapa brand Indonesia memiliki pencapaian baru. Salah satunya adalah brand Indonesia Lil Public yang mendapat kesempatan untuk memperlihatkan koleksinya di ajang tahunan École Duperré di Paris, Prancis, pada awal Juli 2026.

Sejak diluncurkan pada tahun 2022 lalu, PINTU telah berhasil menarik minat lebih dari 10 ribu brand dan desainer tanah air. Dari ribuan peserta yang masuk setiap tahunnya, dilakukan seleksi ketat untuk memilih beberapa peserta yang dapat mengikuti proses dan kegiatan belajar di PINTU.

Pada tahun 2026, PINTU Incubator menerima 39 pendaftar. Dimana, sepuluh peserta terpilih untuk mengikuti program inkubasi, dan lima di antaranya terpilih untuk merepresentasikan karya mereka di JF3 Fashion Festival 2026.

Pemberian ruang dalam ajang fashion besar tersebut, dilakukan agar para peserta dapat semakin berkembang dengan adanya pengalaman baru. Dengan bertemu lebih banyak orang, para peserta diharapkan dapat lebih  memperluas sudut pandang mereka dalam melihat karya dan brand sendiri.

"Kami percaya bahwa talenta tidak selalu tumbuh karena diberi lebih banyak jawaban. Sering kali, mereka justru berkembang ketika dipertemukan dengan pengalaman, sudut pandang, dan pertanyaan yang tepat." ujar Thresia Mareta selaku Co-Initiator PINTU Incubator dan Founder LAKON Indonesia.

Pembentukan Yayasan PINTU Incubator Indonesia

Tahun 2026 menjadi tahun yang lebih spesial untuk PINTU. Setelah lima tahun berjalan, tahun ini menjadi tonggak baru untuk dimulainya proses pembentukan Yayasan PINTU Incubator Indonesia.

 

Langkah ini diambil sebagai komitmen PINTU untuk memperkuat kesinambungan program, sekaligus membangun struktur yang lebih kokoh. PINTU juga berharap dapat lebih memperluas dampak positif dari terbentuknya yayasan ini.

PINTU berharap dapat terus membangun ruang belajar, pertukaran, serta kesempatan yang relevan bagi para generasi baru di dunia mode. 

PINTU Incubator: Membangun Fondasi Talenta Mode

PINTU Incubator menghadirkan 39 sesi pengembangan kapasitas yang strategi bisnis, merchandising, pengembangan produk, komunikasi, hukum dan kekayaan intelektual, ekspor-impor, keuangan, serta styling.

Program ini melibatkan 18 mentor dari Indonesia dan Prancis dengan latar belakang yang berbeda-beda, seperti desain, bisnis, ritel, hukum, keuangan, komunikasi, pemasaran, pengembangan produk, dan industri kreatif.

PINTU Accelerator: Membuka Ruang Kolaborasi

Pada jalur Accelerator, brand lokal DENIMITUP mengembangkan kolaborasi dengan brand Prancis TAREET. Sementara itu, brand lokal Lil Public berpartisipasi dalam pertunjukan tahunan École Duperré di Paris pada awal Juli 2026. 

Kedua perkembangan ini memperlihatkan bagaimana jejaring PINTU dapat membuka ruang bagi kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan kemungkinan baru bagi para pelaku mode Indonesia.

PINTU Residency: Dialog Kreatif Indonesia dan Prancis

PINTU Residency mempertemukan dua desainer Indonesia dan dua desainer Prancis dalam program residensi selama empat bulan. Peserta dapat menjalani proses riset bersama, mengeksplorasi teknik tekstil tradisional, bekerja langsung dengan komunitas artisan, serta mengembangkan koleksi melalui pertukaran pengetahuan dan budaya.

Jalur ini mempertemukan dua pasang desainer untuk menimba ilmu di Lombok dan Mojokerto. , PINTU Residency membangun ruang dialog antara desainer, artisan, material, teknik, dan latar budaya yang berbeda.  (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Waspada! BMKG Prediksi El Nino Bertahan sampai Awal 2027, Ini Data Puncak Kemarau di Indonesia
• 5 jam lalu
0
thumb
Menperin Optimistis Penjualan Mobil Tahun Ini Lampaui Target 850 Ribu Unit
• 32 menit lalu
0
thumb
Lahan Sekolah Rakyat Muna Barat Capai 10 Hektare, Bisa Tampung 2.000 Siswa
• 10 jam lalu
0
thumb
Port FC Ditahan Imbang Persija Jakarta 2-2, Tetap Puncaki Klasemen Sementara Grup B Piala Presiden 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Sinopsis SEINDAH MASA REMAJA SCTV Episode 3 Hari Ini Kamis 30 Juli 2026: Alisa Mulai Jatuh Hati pada Arga, Kanaya Dilanda Cemburu
• 32 menit lalu
0
Berhasil disimpan.