Viral di media sosial soal penumpang diduga menggunakan power bank dalam penerbangan Batik Air ID6143 dengan rute Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG)-Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
Dalam narasi yang beredar, powerbank itu tiba-tiba korslet dan terbakar.
Menanggapi hal ini, Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu 29 Juli 2026. Ia mengatakan saat penerbangan berlangsung power bank tersebut mengeluarkan asap kemudian diikuti percikan api.
"Awak kabin yang telah mendapatkan pelatihan penanganan keadaan darurat segera menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional," kata Danang dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Danang menyebut penanganan dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut.
"Selama proses penanganan, awak kabin memastikan keamanan pelanggan di sekitar lokasi kejadian serta terus berkoordinasi dengan kapten penerbang sesuai prosedur operasional penerbangan. Penerbangan kemudian dilanjutkan dan pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sesuai prosedur operasional," ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi aman. Lebih lanjut, Batik Air menegaskan bahwa ketentuan mengenai pembawaan dan penggunaan power bank selama penerbangan telah diberlakukan dan disampaikan kepada seluruh pelanggan.
"Power bank tidak diperkenankan/ tidak diizinkan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan," ucapnya.
"Selain itu, power bank wajib dibawa sebagai bagasi kabin, tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (checked baggage), serta tidak boleh disimpan di kompartemen bagasi kabin (overhead compartment/headrack). Selama penerbangan, power bank harus tetap berada dalam pengawasan pelanggan dan dapat disimpan di kantong kursi (seat pocket), di saku pakaian, atau di dalam tas pribadi berukuran kecil yang diletakkan di bawah kursi di depan pelanggan," sambungnya.
Danang mengatakan, saat ini Batik Air masih melakukan proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan. Hasil investigasi akan menjadi dasar dalam evaluasi lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
"Batik Air mengapresiasi profesionalisme awak kabin yang bertindak cepat sesuai prosedur keselamatan sehingga kejadian dapat ditangani dengan baik. Keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan," jelasnya.






Komentar (0)