Prabowo: Aslinya Bangsa Indonesia Tidak Pakai Seng, Kalau Perlu Kembali Pakai Ijuk

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, penggunaan seng bukanlah tradisi dan budaya dari bangsa Indonesia.

Dia mengatakan, tradisi bangsa menggunakan ijuk dan rumbai, sehingga ia ingin jika memungkinkan bisa kembali menggunakan ijuk.

"Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng, kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai," kata Prabowo dalam acara peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Prabowo Naikkan Tukin, Perwira Bintang 4 Terima Rp 48,6 Juta Per Bulan

Prabowo mengatakan, rakyat Indonesia sejak lama sudah mengerti pembuatan genteng.

"Genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng," katanya.

Seng dinilai cepat berkarat dan tidak baik untuk kesehatan, sehingga terjadi penyakit paru-paru.

"Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru, padahal dia enggak ngerokok, dari mana? dari karat (seng), dari asbes, dari macam-macam," ucapnya.

Baca juga: Prabowo Bakal Naik Kereta Mewah Nusantara Explorer dari Semarang ke Batang

Sebab itu Prabowo kembali menekankan kepada para pimpinan daerah dari gubernur sampai bupati/wali kota untuk melestarikan alam dan menjaga kebersihan.

Dia juga menyinggung pentingnya pariwisata untuk pembangunan ekonomi. Dan untuk membangun pariwisata yang baik, harus ada kebersihan yang dijaga.

"Makanya sampah menjadi prioritas kita dalam waktu satu tahun ini kita harus selesaikan masalah sampah, di seluruh Indonesia," ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Prabowo Akan Resmikan Renovasi Stasiun Semarang Tawang Hari Ini

"Semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih, alam harus dijaga, pohon tidak boleh ditebang sembarang, kalau perlu kita tanam ratusan juta pohon baru. Estetika keindahan harus kita pertahankan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Chanel Rilis Geometry Set Seharga Rp22 Juta, Alat Tulis Disulap Jadi Aksesori
• 20 jam lalu
0
thumb
Cuaca Gelombang Tinggi, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Buka Tutup
• 2 jam lalu
0
thumb
Alexander Sabar: Ruang digital harus aman dari propaganda terorisme
• 13 jam lalu
0
thumb
Kementerian Transmigrasi Terjunkan Tim Ekspedisi Patriot 2026 Dorong Ekonomi Daerah
• 13 jam lalu
0
thumb
Penahanan Ijazah Pekerja oleh Perusahaan Mendominasi Laporan ke Kemenham Jateng
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.