Kementerian Transmigrasi memberikan pembekalan sekaligus melepas 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah, menarik minat investasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, menegaskan bahwa strategi pembangunan kawasan transmigrasi kini telah berubah. Paradigma baru ini tidak lagi sekadar berfokus pada pemindahan penduduk antarwilayah.
"Strategi baru kami adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi dan hilirisasi yang berbasis pada potensi daerah masing-masing," ujar Iftitah dikutip dari Headline News, Metro TV, Kamis 30 Juli 2026.
Baca Juga :
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Butuh Terobosan BesarLebih lanjut, Iftitah menjelaskan bahwa penerjunan Tim Ekspedisi Patriot 2026 merupakan kelanjutan dari program pemetaan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Pada 2025, Kementerian Transmigrasi telah menerjunkan sekitar 2.000 peneliti yang berasal dari tujuh kampus ternama di Indonesia. Para peneliti tersebut disebar ke 154 kawasan transmigrasi untuk melakukan riset dan memetakan potensi ekonomi daerah.
"Kalau tahun lalu output-nya adalah riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 kawasan, tahun ini tidak hanya sekadar riset, tetapi pengabdian masyarakat. Apa yang sudah diriset tahun lalu, tahun ini diimplementasikan," tegas Iftitah.
Dengan kehadiran sumber daya manusia yang unggul di lapangan, diharapkan ada solusi nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Fokus utama dari implementasi tahun ini adalah membantu mengurai berbagai kesulitan di lapangan, terutama terkait pembangunan infrastruktur penunjang.





Komentar (0)