Korban Tewas Akibat Gempa M 7,1 di Jepang Bertambah Jadi 28 Orang

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Jumlah korban tewas akibat gempa M 7,1 yang mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang kembali bertambah. Kini total korban tewas sebanyak 28 orang.

"Jumlah korban tewas saat ini mencapai 28, termasuk mereka yang kematiannya sedang diselidiki terkait dengan gempa tersebut," kata juru bicara pemerintah Minoru Kihara kepada wartawan, dilansir AFP, Kamis (30/7/2026).

Tim penyelamat masih berupaya mencari korban di bawah reruntuhan di pusat perbelanjaan di Aeon, Kashima, wilayah Kumamoto. Salah satu pejabat mengatakan sebanyak 10 orang dievakuasi dari mal.

"Di pusat perbelanjaan tersebut, kami telah mengevakuasi 10 orang. Dari mereka, empat dipastikan meninggal. Satu lagi tanpa tanda-tanda kehidupan. Lima lainnya mengalami luka parah dan ringan," kata seorang pejabat dari kantor manajemen bencana Kumamoto kepada AFP.

Baca juga: Ngerinya Gempa Dahsyat di Jepang hingga Jatuh Korban Jiwa

Sebelumnya, Gempa dengan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7) sore waktu setempat. Pusat gempa berada di Pulau Kyushu.

Gempa dahsyat itu menyebabkan korban jiwa. Gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami. Otoritas Jepang kemudian mencabut peringatan itu.

Gempa memicu sejumlah gedung di daerah terdampak runtuh. Salah satunya ialah AEON Mall Kumamoto di Kashima. Gedung itu runtuh usai ledakan gas terjadi sekitar 1 jam usai gempa utama dan beberapa gempa susulan.

"Di kota Kashima, lantai dua sebuah kompleks perbelanjaan runtuh, menyebabkan banyak orang terjebak di dalamnya," kata dinas pemadam kebakaran dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP.

Baca juga: Tim Penyelamat Jepang Cari Korban Terjebak Reruntuhan Usai Gempa M 7,1

Gempa juga menyebabkan operasional kereta cepat Shinkansen dihentikan sementara. Dilansir Kyodonews, kereta cepat Kyushu Shinkansen berhenti beroperasi sejak Selasa (28/7) usai guncangan gempa M 7,1 terjadi.

Layanan trem di Kota Kumamoto juga beroperasi dengan kecepatan terbatas. Biro Transportasi Kota Kimamoto juga memperingatkan bahwa layanan dapat dihentikan kembali jika terjadi gempa kuat susulan.

Badan meteorologi Jepang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Sistem transportasi kereta api, jalan raya, dan udara di Kimamoto mengalami gangguan sejak gempa hari Selasa.




(yld/whn)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Tengah Tantangan Industri, GOTO Cetak Laba Bersih di Kuartal II-2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Rumah Zakat Beri Dukungan Moral dan Bantuan kepada Keluarga Almarhum Satpam Jatiluhur
• 19 jam lalu
0
thumb
Golkar Soal Bupati Pemalang Kena OTT: Apa Mereka Tak Paham Bedakan Korupsi?
• 22 jam lalu
0
thumb
Komitmen Dorong Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Jeneponto Hadiri Seminar Evaluasi Proyek Perubahan PKN Tingkat II
• 19 jam lalu
0
thumb
Tekan Impor BBM, Pemerintah Siapkan Bensin E10 Mulai 2027 dan E20 Menyusul
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.