The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Masih Jadi Pertimbangan Utama

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Rabu (29/7/2026) waktu setempat. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 9-3, dengan tiga pejabat mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Tiga pejabat yang memberikan suara berbeda adalah Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan. Mereka menilai suku bunga masih perlu dinaikkan untuk meredam tekanan inflasi.

Baca Juga
  • Mentan Tegaskan, Rp 2 Triliun Bukan Untung Penggilingan tapi Merampas Hak Rakyat
  • Jangan Sampai Kehabisan, bank bjb Siapkan Promo Terbatas Tiket Merbabu Trail Run
  • PLN Pastikan Beli Listrik dari PSEL Legok Nangka Selama 20 Tahun

Dalam pernyataannya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh dengan laju yang solid meski ketidakpastian meningkat, antara lain akibat konflik di Timur Tengah.

Bank sentral AS juga menilai produktivitas dan investasi modal tetap kuat, sementara pertumbuhan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja. Tingkat pengangguran disebut relatif stabil.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target The Fed sebesar 2 persen. Menurut bank sentral, tekanan harga dipengaruhi oleh gangguan pasokan yang mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi.

Pada Juni 2026, inflasi tahunan Amerika Serikat tercatat turun menjadi 3,5 persen dari 4,2 persen pada Mei. Penurunan itu didorong turunnya harga energi sebesar 5,7 persen, yang mengimbangi kenaikan harga pangan dan perumahan.

Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) turun 0,4 persen pada Juni setelah naik 0,5 persen pada Mei. Penurunan tersebut menjadi yang pertama dalam enam tahun sekaligus yang terdalam sejak April 2020.

Sementara itu, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan perlambatan. Ekonomi AS hanya menambah 57 ribu lapangan kerja pada Juni, lebih rendah dari perkiraan. Adapun tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen pada bulan sebelumnya.

The Fed menyatakan tetap akan mempertahankan kebijakannya untuk menjaga kecukupan cadangan di sistem perbankan. Dalam pernyataan yang sama, bank sentral kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Anadolu
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suku Tengger Pasuruan Jaga Kelestarian Adat dan Alam, Pendidikan Anak hingga Wirausaha Terus Diperkuat
• 18 jam lalu
0
thumb
KPK Tangkap 21 Orang dalam OTT Bupati Pemalang
• 23 jam lalu
0
thumb
Jasa Raharja Apresiasi Pengemudi Ojol di Bali yang Batalkan Perjalanan karena Penumpang WNA Menolak Memakai Helm
• 15 jam lalu
0
thumb
PLN siapkan salurkan listrik bagi warga perbatasan jelang HUT RI
• 2 jam lalu
0
thumb
MG ZS Hybrid Meluncur di GIIAS 2026, Harga Rp 299,9 Juta
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.