Pantau - Sedikitnya 15 anggota Pasukan Mobilisasi Rakyat (Popular Mobilization Forces/PMF) Irak tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang menargetkan sejumlah markas kelompok tersebut di beberapa provinsi Irak pada Rabu (29/7) pagi waktu setempat.
Serangan Sasar Sejumlah Markas PMFSumber keamanan Kementerian Dalam Negeri Irak menyebut serangan menargetkan markas PMF di Provinsi Basra, Diyala, Salahuddin, Nineveh, dan Karbala.
PMF dalam pernyataan resminya menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi yang sangat berbahaya dan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak.
PMF juga menyatakan otoritas terkait sedang memantau situasi di lapangan sementara proses penilaian kerusakan masih berlangsung.
Komando Operasi Nineveh PMF menyebut markas Batalion ke-4 Brigade ke-30 dan Direktorat Anti-lapis baja di Dataran Nineveh dekat Mosul dihantam tujuh serangan udara pada pagi hari.
Komando tersebut menyatakan serangan itu menewaskan delapan anggota Brigade ke-30 dan dua anggota Direktorat Anti-lapis baja serta melukai enam anggota lainnya.
CENTCOM Konfirmasi Operasi MiliterPMF merupakan organisasi payung yang didukung pemerintah Irak dan terdiri atas puluhan faksi paramiliter yang telah diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata Irak setelah kampanye melawan kelompok ISIS.
Komando Pusat AS (Central Command/CENTCOM) sebelumnya mengonfirmasi operasi tersebut melalui pernyataan resmi.
CENTCOM menyatakan pasukan AS dan Arab Saudi pada Selasa (28/7) melancarkan serangan udara presisi terhadap kelompok militan yang bersekutu dengan Iran di Irak setelah terjadi gelombang serangan drone yang menargetkan pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi.





Komentar (0)