Iran Mengumumkan Penutupan Selat Hormuz bagi Negara dan Perusahaan Pendukung Usulan Donald Trump

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Iran mengumumkan akan menutup Selat Hormuz bagi negara maupun perusahaan yang mendukung langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merebut aset Iran yang dibekukan dan menggunakannya sebagai dana kompensasi, sebagaimana disampaikan pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ebrahim Zolfaghari selaku Juru Bicara Markas Pusat Komando Militer Iran Khatam Al-Anbiya menyampaikan peringatan tersebut melalui pernyataan yang dikutip televisi nasional IRIB pada Selasa, 28 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, "Kami memperingatkan kepada semua negara dan perusahaan yang mendukung usulan Trump untuk menggunakan aset Iran yang dibekukan, bahwa mulai saat ini angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan kapal mereka melintasi Selat Hormuz."

Ketegangan Kembali Meningkat

Pekan sebelumnya, Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dapat memanfaatkan aset-aset Iran yang berada dalam penguasaan AS.

Menurut Trump, aset tersebut dapat digunakan untuk membayar ganti rugi terhadap kapal dan barang muatan yang kemungkinan mengalami kerusakan akibat blokade AS terhadap Selat Hormuz.

Pada 18 Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Meski memorandum perdamaian telah ditandatangani, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli 2026.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Kronologi Penutupan Selat Hormuz

Pada Minggu, 12 Juli 2026, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Iran menyatakan penutupan tersebut akan berlangsung hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan berakhir.

Penutupan Selat Hormuz dilakukan setelah meningkatnya aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat.

Sehari kemudian, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjadi "pelindung" Selat Hormuz.

Bersamaan dengan pernyataan tersebut, Trump juga mengumumkan dimulainya kembali blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Catat! Jadwal Timor Leste vs Indonesia di Piala AFF 2026
• 13 jam lalu
0
thumb
Komisi X DPR Dorong Pelestarian Angklung kepada Gen Z sebagai Identitas Bangsa
• 21 jam lalu
0
thumb
Kriminal kemarin, kematian Sutrimo hingga maling uang Rp1,2 miliar
• 15 jam lalu
0
thumb
Gerindra Akan Kaji Hasil Survei Tingkat Kepuasan Publik ke Prabowo
• 7 jam lalu
0
thumb
GoPay Melesat, Gojek Terdampak Komisi 8%: Begini Peta Baru Bisnis GoTo
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.