JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Kabareskrim Susno Duadji dan pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menyoroti sikap keluarga yang mengaku ikhlas dengan kematian Sutrimo, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah klinik kosong di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026) lalu.
Kasus kematian Sutrimo menjadi sorotan karena dia disebut bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang saat ini terjerat kasus dugaan korupsi. Pihak keluarga sebelumnya telah mengonfirmasi Sutrimo memang bekerja di rumah Febrie.
Susno menilai, apabila ada anggota keluarga yang meninggal secara mendadak atau tidak wajar, masyarakat pada umumnya tidak akan langsung menerima begitu saja, melainkan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
"Pada umumnya orang kalau keluarganya meninggal kan tidak langsung terima, diserahkan ke penyelidik atau penyidik, 'Kami serahkan kepada aparat untuk mengetahui penyebabnya apa, kalau tidak wajar kami menuntut dan sebagainya', ini kok menerima begitu saja," kata Susno dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Rabu (29/7/2026).
"Ini kan sesuatu hal ketidakwajaran juga," sambungnya.
Baca Juga: Kematian Sutrimo, Keluarga Ikhlas dan Tidak Akan Menuntut: Dia Punya Riwayat Diabetes
Dalam kesempatan yang sama, Bambang menyampaikan pernyataan yang senada.
Mulanya dia menyinggung penanganan pihak kepolisian yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi di mana Sutrimo ditemukan.
"Kalau melihat runutan tadi, kawan-kawan kepolisan sudah melakukan olah TKP di klinik kecantikan yang jaraknya 450 meter, artinya di situ sudah ada kecurigaan-kecurigaan," jelasnya.
"Dan ini tentunya harus dikembangkan, tidak hanya berhenti dengan pernyataan dari keluarga saja menerima kematian itu, dan itu akan memunculkan tanda tanya besar, ada apa dengan kelaurga ini, ketika ada kematian tidak wajar bagi anggota keluarganya sekadar menerima saja, sepeti itu," lanjut Bambang.
Sebab itu, menurutnya, penyelidikan kasus kematian Sutrimo perlu mencakup olah TKP, opsi ekshumasi jika dibutuhkan, dan analisis digital forensik barang pribadi korban.
"Ini kan juga sangat penting, barang-barang almarhum ini di mana saat ini, misalnya handphone-nya, kemudian riwayat sebelumnya dia berjalan dari rumah kediaman ke lokasi ketika ditemukan pingsan atau meninggal dunia ini bersama siapa, dalam rangka apa," ujarnya.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- kematian sutrimo
- eks kabareskrim
- sikap keluarga sutrimo
- sutrimo
- sutrimo siapa
- susno duadji






Komentar (0)