Angin Monsun Timur Picu Risiko Karhutla di NTT

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kupang: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ancaman tersebut meningkat seiring aktifnya Angin Monsun Timur yang membawa massa udara kering dan memperkuat musim kemarau.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nonet'ek mengatakan angin monsun timur didominasi udara kering dan angin kencang, yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

"Waspadai angin kencang yang sifatnya kering karena berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT," kata Sti Nonet'ek dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Fenomena Angin Kencang di Malang Beberapa Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG

Menurutnya, potensi angin kencang pada 29 Juli terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua. Sedangkan, pada 30 Juli, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor. 

Kemudian pada 31 Juli, angin kencang diprakirakan masih berpotensi terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor.


Kebakaran lahan di Sabu Raijua, NTT. (Dokumentasi/ BNPB)


Selain itu, BMKG mencatat tingkat kemudahan terbakar vegetasi di NTT berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang diperbarui pada 29 Juli 2026, hampir seluruh wilayah NTT didominasi warna merah yang menunjukkan kategori sangat mudah terbakar.

Kondisi tersebut tersebar di sebagian besar Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor, Lembata, Adonara, Solor, Rote Ndao, Sabu Raijua hingga sejumlah pulau kecil lainnya. 

Hal ini menunjukkan vegetasi di wilayah tersebut sangat kering sehingga api akan lebih mudah muncul dan cepat menjalar apabila dipicu oleh pembakaran lahan, pembakaran sampah, puntung rokok, maupun sumber api lainnya.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan membakar sampah di ruang terbuka. Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan kering selama musim kemarau


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Apa itu Kamera Aperture Variable pada Apple iPhone 18 Pro MAX? Ini Faktanya
• 19 jam lalu
0
thumb
Masuk Kalender FIFA, Timnas Indonesia Bisa Turunkan Kekuatan Terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026: Jay Idzes hingga Calvin Verdonk Berpeluang Bela Garuda
• 13 jam lalu
0
thumb
Polisi Gerebek Rumah Kos Jadi Gudang Narkoba Antar-Pulau
• 15 jam lalu
0
thumb
Harga Suzuki XL7 Facelift Mulai Rp 274,3 Juta
• 19 jam lalu
0
thumb
250 KK di Cimahpar Bogor Terdampak Kekeringan, BPBD Kirim Air Bersih
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.