jpnn.com, CILEGON - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, kini menggandeng komunitas di ring 1 wilayah operasi perusahaan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Hijau Nusantara.
Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah khususnya sampah plastik, tetapi juga menyiapkan pasar bagi produk hasil daur ulang guna menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dituntut 5 Tahun Penjara
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon untuk memperkuat rantai nilai pengelolaan sampah, mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk.
Sebagai bentuk dukungan, PGN menyerahkan mesin pencacah (shredder), mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah.
BACA JUGA: Gubernur Pramono Ancam Tindak Tegas Swasta Pembuang Sampah Secara Ilegal
Bantuan ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, sekaligus memperluas peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.
Dalam dua bulan terakhir, Program Rumah Hijau Nusantara berhasil mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya.
BACA JUGA: Perkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pagimana
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Malyudin mengapresiasi kolaborasi yang dibangun PGN.
Dia berharap Program Rumah Hijau Nusantara terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon.
"Kami mengapresiasi dukungan PGN melalui Program Rumah Hijau Nusantara dan berharap program ini dapat terus berlanjut, dibina, serta dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon," tambahnya.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan program ini merupakan kelanjutan berbagai inisiatif PGN dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Melalui program ini, PGN ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujarnya.
Menurut Krisdyan, keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dia berharap program ini tidak berhenti pada pemberian sarana pengolahan sampah, tetapi mampu menciptakan ekosistem dengan dampak multiplier untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh PGN, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, PGN melalui program Rumah Hijau Nusantara ini juga akan berperan sebagai penghubung offtaker bagi sebagian produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah melalui kerja sama program pendampingan UMKM dan komersialisasi pasar yang lebih luas.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada





Komentar (0)