Gianyar, Bali (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara diperlukan untuk menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata.
Saat bertemu dengan para penglingsir puri se-Bali di Gianyar, Bali, Rabu, Dudung menyatakan keberadaan bandara di wilayah utara akan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menyeimbangkan perkembangan kawasan Bali Selatan.
"Kalau Bali Utara ada bandara, saya yakin ada penyeimbangan antara utara dengan selatan, sehingga pertumbuhan perekonomian ini akan semakin luas dan seimbang," ujarnya.
Dudung mengatakan Presiden telah memberikan arahan agar rencana pembangunan Bandara Bali Utara segera dibahas bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.
Dudung pun menjadwalkan pertemuan tersebut besok Kamis (30/7) di Kantornya di Jakarta.
Hasil pembahasan tersebut nantinya dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan.
Baca juga: KSP siap laporkan aspirasi Bandara Bali Utara kepada Presiden
"Ini ada perintah dari Bapak Presiden untuk segera dibicarakan, diselesaikan. Mudah-mudahan pembicaraan besok ini akan membuahkan hasil," kata Dudung kepada wartawan.
Ia menjelaskan hingga kini belum ada arahan mengenai target waktu pelaksanaan groundbreaking proyek tersebut karena seluruh pembahasan masih akan dilakukan dalam rapat bersama pemerintah terkait.
Dudung mengaku optimistis pembangunan bandara di Bali Utara akan membawa dampak besar terhadap pemerataan pembangunan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya terpusat di wilayah selatan, tetapi juga akan berkembang di kawasan utara.
Ia menilai pembangunan di Bali Utara memang perlu dipercepat. Berdasarkan pengalamannya saat pernah bertugas di Banyualit, Singaraja, kawasan tersebut masih membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur maupun pengembangan ekonomi.
Di sisi lain, Dudung menyoroti pesatnya perkembangan Bali Selatan, termasuk kawasan Canggu dan sekitarnya.
Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat kebutuhan menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara.
Dudung menambahkan hasil rapat pembahasan proyek Bandara Bali Utara akan segera disampaikan kepada pihak-pihak terkait sebelum dilaporkan kepada Presiden untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca juga: PTDI siapkan SDM penerbangan andal topang Bandara Bali Utara
Baca juga: Dubes RI untuk Singapura: Bandara Bali Utara upaya pemerataan ekonomi
Saat bertemu dengan para penglingsir puri se-Bali di Gianyar, Bali, Rabu, Dudung menyatakan keberadaan bandara di wilayah utara akan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menyeimbangkan perkembangan kawasan Bali Selatan.
"Kalau Bali Utara ada bandara, saya yakin ada penyeimbangan antara utara dengan selatan, sehingga pertumbuhan perekonomian ini akan semakin luas dan seimbang," ujarnya.
Dudung mengatakan Presiden telah memberikan arahan agar rencana pembangunan Bandara Bali Utara segera dibahas bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.
Dudung pun menjadwalkan pertemuan tersebut besok Kamis (30/7) di Kantornya di Jakarta.
Hasil pembahasan tersebut nantinya dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan.
Baca juga: KSP siap laporkan aspirasi Bandara Bali Utara kepada Presiden
"Ini ada perintah dari Bapak Presiden untuk segera dibicarakan, diselesaikan. Mudah-mudahan pembicaraan besok ini akan membuahkan hasil," kata Dudung kepada wartawan.
Ia menjelaskan hingga kini belum ada arahan mengenai target waktu pelaksanaan groundbreaking proyek tersebut karena seluruh pembahasan masih akan dilakukan dalam rapat bersama pemerintah terkait.
Dudung mengaku optimistis pembangunan bandara di Bali Utara akan membawa dampak besar terhadap pemerataan pembangunan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya terpusat di wilayah selatan, tetapi juga akan berkembang di kawasan utara.
Ia menilai pembangunan di Bali Utara memang perlu dipercepat. Berdasarkan pengalamannya saat pernah bertugas di Banyualit, Singaraja, kawasan tersebut masih membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur maupun pengembangan ekonomi.
Di sisi lain, Dudung menyoroti pesatnya perkembangan Bali Selatan, termasuk kawasan Canggu dan sekitarnya.
Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat kebutuhan menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara.
Dudung menambahkan hasil rapat pembahasan proyek Bandara Bali Utara akan segera disampaikan kepada pihak-pihak terkait sebelum dilaporkan kepada Presiden untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca juga: PTDI siapkan SDM penerbangan andal topang Bandara Bali Utara
Baca juga: Dubes RI untuk Singapura: Bandara Bali Utara upaya pemerataan ekonomi






Komentar (0)