Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengusulkan penerapan Virtual Power Plant (VPP) sebagai strategi untuk mewujudkan Emisi Nol Bersih atau Net Zero Emission (NZE) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2045, seiring target tersebut ditetapkan 15 tahun lebih cepat dibandingkan target NZE nasional pada 2060.
Percepatan target tersebut menuntut transformasi sistem ketenagalistrikan menuju pasokan energi bersih 100 persen.
Usulan tersebut disampaikan Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN Abdul Wachid Syamroni dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
Konsep Virtual Power Plant di IKNAbdul menjelaskan konsep kerja VPP dengan menganalogikannya seperti ikatan sapu lidi yang mengumpulkan berbagai sumber energi bersih yang tersebar di berbagai klaster IKN.
Ia mengungkapkan, "Kami analogikan VPP, skema sistem VPP itu seperti sapu lidi yang melakukan agregasi, mengumpulkan sapu lidi kecil-kecil dan menengah tersebut menjadi satu kesatuan. Sehingga ketika time frame-nya dibutuhkan, itu dikumpulkan, maka efek atau dampaknya itu bisa sangat mengurangi pembangkit-pembangkit konvensional di sisi hulu."
Abdul menjelaskan sistem kelistrikan di Kalimantan, termasuk wilayah IKN, saat ini masih didominasi pasokan listrik dari pembangkit konvensional berbasis energi fosil.
Dalam skema VPP, seluruh pembangkit energi bersih yang tersebar akan diagregasi dan dikoordinasikan secara digital.
Bangunan perkantoran dan berbagai fasilitas di IKN yang memiliki pembangkit energi bersih, seperti panel surya di atap, dapat saling berbagi kelebihan daya listrik.
Ia mengatakan, "Apabila di suatu klaster tertentu itu berlebih energi pasokan bersihnya, sementara di klaster lain itu energi bersihnya kurang, maka energi itu bisa di-sharing antarklaster di IKN itu sendiri."
Hasil Pemodelan dan Potensi Model BisnisBerdasarkan pemodelan dinamis yang dilakukan kelompok riset BRIN, penerapan sistem VPP dinilai sangat efektif.
Hasil pemodelan tersebut menunjukkan sistem VPP diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbasis fosil di sisi hulu sekitar 45 hingga 55 persen.
Selain menekan emisi karbon, VPP juga dinilai berpotensi menciptakan model bisnis baru di sektor kelistrikan.
Dalam model bisnis tersebut, pelanggan atau pengguna akhir listrik tidak lagi hanya menjadi penerima pasokan listrik.
Operator kelistrikan nantinya akan berperan sebagai fasilitator yang memungkinkan terjadinya jual beli listrik antar komunitas di IKN.





Komentar (0)