HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic mulai membangun fondasi skuad untuk menghadapi Indonesia Super League 2026/2027. Tidak hanya berburu pemain berpengalaman, pelatih asal Bosnia tersebut juga memberikan kesempatan kepada enam pemain akademi untuk menunjukkan kualitasnya bersama tim senior.
Keenam pemain tersebut adalah Marselino, Jamil, Muhammad Hendra, Muhammad Fahrul, Jonathan, dan Fatihul. Mereka kini mengikuti program latihan bersama skuad utama sebagai bagian dari proses seleksi sebelum komposisi tim ditetapkan.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menjelaskan bahwa keenam pemain muda tersebut belum berstatus sebagai pemain resmi tim senior.
Mereka masih menjalani masa trial dan akan dinilai langsung oleh tim pelatih berdasarkan kebutuhan taktik yang ingin dibangun Darije Kalezic.
“Perlu saya jelaskan, PSM sampai saat ini belum mengumumkan secara resmi susunan pemain yang ada, karena kami masih menyusun kerangka. Jadi tidak semua pemain itu sudah dalam under contract, ada yang masih trial, khususnya anak-anak akademi ada enam orang kami panggil itu,” ujar Fajrin.
Menurutnya, pemanggilan enam pemain akademi tersebut merupakan hasil rekomendasi dari tim pelatih akademi yang menilai mereka layak mendapatkan kesempatan berlatih bersama skuad utama.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Darije Kalezic.
“Itu sesuai rekomendasi tim akademi, mereka layak mendapat kesempatan. Kita coba, kita atur dalam skema permainan, apakah sesuai kebutuhan tim atau tidak. Tujuannya untuk melihat apakah mereka memang cocok dengan kebutuhan atau skema permainan yang akan dibangun tim ke depan,” jelasnya.
Darije Cari Pemain Sesuai Filosofi Permainan
Fajrin menegaskan PSM belum menutup proses perekrutan pemain.
Evaluasi terhadap seluruh pemain akan dilakukan hingga akhir Juli atau sebelum tim bertolak ke Yogyakarta untuk menjalani pemusatan latihan.
Jika jumlah pemain yang dinilai memenuhi standar belum sesuai kebutuhan, manajemen akan kembali bergerak mencari tambahan pemain lokal maupun asing.
“Nanti akhir Juli, sebelum kami berangkat ke Jogja, coach akan melakukan evaluasi. Misalnya dari 26 pemain yang sudah latihan hanya 21 yang sesuai, maka kita akan bekerja lagi di sisa slot pemain asing dan lokal untuk mengisi kekurangan tersebut,” katanya.
Langkah tersebut menunjukkan Darije Kalezic lebih mengutamakan kesesuaian karakter pemain dengan sistem permainan dibanding sekadar melengkapi jumlah skuad.
Akademi Jadi Fondasi Masa Depan PSM
PSM Makassar juga mulai mengubah pola pembinaan pemain mudanya.
Jika sebelumnya perekrutan akademi lebih menitikberatkan pada jumlah pemain, kini orientasinya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tim senior.
“Ke depan target kita bagaimana pola rekrutmen PSM lebih efektif lagi. Bukan untuk memenuhi jumlah, tetapi memenuhi kebutuhan tim,” ujar Fajrin.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat regenerasi sekaligus membuka jalan bagi talenta muda Sulawesi Selatan untuk berkembang di level profesional.
Pemain Muda Butuh Kesempatan dan Pemimpin
Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar menilai keputusan memberikan kesempatan kepada pemain akademi merupakan langkah yang tepat.
Menurutnya, pemain muda memiliki energi, motivasi, dan kondisi fisik yang sangat baik sehingga mampu memberikan warna baru bagi permainan sebuah tim.
Namun, mereka tetap membutuhkan bimbingan pemain senior agar mampu mengendalikan emosi dan mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
“Memang pemain muda itu sangat penting untuk sebuah klub. Mereka butuh panggung, masih punya semangat yang sangat tinggi, tapi tetap butuh leader di atas lapangan. Mereka biasanya tampil penuh semangat, tetapi kurang dalam mengontrol diri,” jelas Syamsuddin.
Ia juga menilai kesempatan bermain di level tertinggi akan mempercepat perkembangan pemain muda.
Apabila mampu memanfaatkan peluang tersebut, bukan tidak mungkin mereka menjadi tulang punggung PSM Makassar sekaligus membuka jalan menuju Timnas Indonesia.
“Kalau mereka dapat menit bermain yang cukup dan mampu membuktikan diri, mereka bisa berkembang. Ini bagian dari pembinaan agar nantinya bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia,” tutupnya.






Komentar (0)