Bursa saham Korea Selatan (Korsel) atau Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) kembali melemah usai dibuka menguat pada perdagangan Rabu (29/7). Hal ini disebabkan oleh investor yang melepas saham-saham teknologi di tengah kekhawatiran mengenai prospek belanja AI.
Dikutip dari Kantor Berita Yonhap pada Rabu (29/7), KOSPI dibuka menguat 1,09 persen lalu berbalik turun tajam dengan merosot 376,01 poin atau 6,24 persen menjadi 5.647,65 pada pukul 11.20 waktu setempat.
Saham unggulan pasar seperti Samsung Electronics anjlok 5,45 persen, sedangkan SK hynix terjun 10,32 persen. Selain itu, Samsung Electro-Mechanics yang terafiliasi Samsung Electronics ikut merosot 9,07 persen. Saham LG Electronics juga ikut turun 5,21 persen.
Terdapat pula saham raksasa internet, Naver yang melemah 3,1 persen. Terdapat pula saham perusahaan operator seluler terkemuka SK Telecom yang ikut turun 4,99 persen.
Sementara itu, saham-saham yang menguat adalah saham perusahaan tembakau KT&G yang naik 2,04 persen dan Samyang Foods yang melonjak 7,86 persen.
Sebelumnya pada Selasa (28/7) indeks KOSPI anjlok 10,84 persen dan ditutup di level 6.023,66. Penurunan tersebut dipicu meningkatnya persaingan dari China yang mendorong aksi jual besar-besaran terhadap saham-saham terkait AI seperti perusahaan produsen chip.
Aksi jual tersebut juga berlanjut terjadi ketika investor mulai mempertanyakan apakah belanja besar-besaran untuk AI akan menghasilkan imbal hasil yang cukup untuk valuasi perusahaan teknologi yang sudah berada di level tinggi.






Komentar (0)