Musim Kemarau Mulai Berlangsung, Bagaimana Cara Pemprov DKI Antisipasi Kekeringan?

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, salah satu upaya yang disiapkan adalah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila diperlukan.

Menurut Pramono, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang, mengingat Jakarta sudah hampir tiga pekan tidak diguyur hujan.

"Untuk koordinasi dengan BMKG tentunya kami siap kapan saja dilakukan. Tetapi yang jelas Pemerintah DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga sudah melakukan persiapan kalau memang diperlukan," ujar Pramono, Rabu (29/7/2026), dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.

Pramono menjelaskan, OMC dapat dilakukan untuk mengatur intensitas hujan sehingga tidak menimbulkan kekeringan di sejumlah wilayah.

"Kalau memang diperlukan, Pemerintah DKI Jakarta akan mengatur supaya hujan karena memang sudah hampir tiga minggu tidak ada hujan, di beberapa tempat terjadi kekeringan," katanya.

Ia menambahkan, dampak kekeringan saat ini lebih banyak dirasakan di wilayah sekitar Jakarta.

Namun, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi ibu kota sehingga Pemprov DKI menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

"Yang paling utama sebenarnya di atas Jakarta yang terjadi kekeringan, tetapi tentunya ini juga berpengaruh bagi Jakarta," ujar Pramono.

Baca juga: Indonesia Masuk Fase El Nino Kuat, Bagaimana Cuaca Jakarta 5 Hari ke Depan?

Bantuan dari PAM Jaya

Selain mengantisipasi dampak di Jakarta, Pemprov DKI juga menyiapkan PAM Jaya untuk membantu daerah sekitar yang mulai mengalami kekeringan apabila kondisi pasokan air di ibu kota mencukupi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, langkah tersebut disiapkan menyusul mulai terjadinya krisis air di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tangerang.

"Kemarin saya sudah siapkan kalau memang PAM JAYA harus membantu wilayah sekitar, kalau memang kita punya cadangan, kita bantu. Karena di beberapa tempat di Kabupaten Tangerang sudah terjadi kekeringan," kata Rano, Jumat (25/7/2026).

Meski demikian, Rano menegaskan bantuan hanya akan diberikan apabila kebutuhan air bersih warga Jakarta telah dipastikan aman.

Baca juga: El Nino Kuat Melanda, Warga Jakarta Diingatkan Kurangi Aktivitas Siang Hari

Cadangan Air Jakarta Masih Terkendali

Rano mengatakan, hingga kini pasokan air bersih di Jakarta masih dalam kondisi aman karena didukung sejumlah reservoir yang menjadi cadangan air baku.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
116 Juta Warga Kekurangan Kalori dan Protein, Kepala BGN: Menyedihkan!
• 5 jam lalu
0
thumb
AS Minggir Dulu, Ada Kabar Baik Selat Hormuz dari Iran-Oman dan Saudi
• 13 jam lalu
0
thumb
Kasus Febrie Adriansyah Berlanjut, Bukti TPPU dan Dugaan Aliran Dana Dipertanyakan | KOMPAS SIANG
• 5 jam lalu
0
thumb
KSP Tegaskan Tata Kelola Ekspor Harus Segera Dibenahi
• 10 jam lalu
0
thumb
Purbaya Ungkap Tujuan Danantara Diikutkan di Rapat KSSK
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.