Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga almarhum Sumarna, satpam yang ditemukan meninggal dunia di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jum'at (24/7) lalu.
Petugas dalam hal ini pekerja sosial telah mengunjungi rumah duka dan bertemu dengan istri almarhum, yaitu Siti Maryam serta kedua anaknya. Petugas melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan keluarga.
"Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka, berdialog dengan keluarga, namun seperti kita ketahui masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan asesmen secara mendalam," kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Selain melakukan asesmen awal, Kemensos juga memberikan bantuan biaya pemakaman yang telah diserahkan langsung kepada keluarga almarhum.
Berdasarkan data yang dihimpun, almarhum Sumarna mempunyai dua anak yang masih bersekolah. Almarhum juga sudah bekerja sebagai satpam di Perum Jasa Tirta 2 selama kurang lebih 17 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.
Hasil penelusuran awal menggunakan aplikasi SIKS-NG, Siti Maryam tercatat berada pada desil 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua anaknya juga mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) serta akan mendapatkan bantuan beasiswa sampai jenjang kuliah dari Perum Jasa Tirta 2.
Kemensos akan terus melakukan pendampingan kepada Maryam dan kedua anaknya, termasuk melakukan asesmen lanjutan secara lebih mendalam, dan melakukan intervensi sesuai hasil asesmen.
Ke depan, Kemensos juga akan memberikan dukungan pemberdayaan berupa bantuan kewirausahaan, agar Maryam mempunyai penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kedua anaknya.
"Tentu kita terus lakukan pendampingan, dan jika diperlukan juga akan diberikan bantuan kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan bagi keluarga," kata Gus Ipul.
(akn/ega)






Komentar (0)