BAGHDAD - Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan terhadap aliansi paramiliter Unit Mobilisasi Populer (PMU) di pangkalan-pangkalan seluruh Irak. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 20 anggota PMU dan melukai 32 lainnya dalam eskalasi dengan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran.
"Serangan-serangan ini mengakibatkan gugurnya sejumlah personel dan luka-luka pada lainnya, serta kerusakan material pada beberapa bangunan dan properti," kata PMU, yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Hashd al-Shaabi, dalam sebuah pernyataan yang dilansir TRT.
Korban jiwa juga dilaporkan di provinsi-provinsi lain, menurut seorang pejabat lain yang mengonfirmasi jumlah korban awal.
Amerika Serikat dan Arab Saudi mengatakan serangan tersebut menargetkan militan yang didukung Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap personel militer AS dan fasilitas minyak Saudi.
PMU Mengutuk Serangan sebagai Pelanggaran Kedaulatan
PMU mengecam operasi tersebut sebagai "eskalasi berbahaya, pelanggaran kedaulatan Irak, dan serangan terhadap lembaga keamanan resminya."
Dibentuk pada 2014 untuk memerangi kelompok teror ISIS atau Daesh, PMU kemudian diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata Irak. Meskipun beberapa faksi yang didukung Iran beroperasi dalam aliansi tersebut, banyak yang mempertahankan struktur komando independen dan telah dikaitkan dengan serangan terhadap kepentingan AS di Irak dan di seluruh wilayah.
Arab Saudi menyalahkan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak karena meluncurkan drone yang menargetkan fasilitas minyak di timur kerajaan, dengan mengatakan bahwa pertahanan udaranya mencegat serangan tersebut.





Komentar (0)