TABLOIDBINTANG.COM - Perseteruan Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, masih jadi perhatian publik. Setelah isu hak asuh anak dan kabar rumah yang disebut akan dilelang, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membeberkan isi percakapan kliennya dengan Sarwendah yang terjadi pada akhir 2025.
Minola mengatakan percakapan itu awalnya sama sekali tidak membahas persoalan rumah. Menurutnya, komunikasi tersebut bermula dari keinginan anak-anak Ruben untuk menyaksikan konser grup K-Pop Blackpink.
"Poin pembicaraan itu awalnya terkait dengan keinginan anak-anak untuk nonton Blackpink. Ruben tahu anak-anaknya penggemar Blackpink, maka diberikanlah tiga tiket," kata Minola Sebayang.
Minola menjelaskan, saat itu Ruben sudah tidak lagi berstatus sebagai suami Sarwendah. Tiga tiket yang diberikan diperuntukkan bagi kedua putrinya dan satu orang pendamping, sementara Ruben tidak bisa menemani karena sedang menjalankan ibadah umrah.
"Padahal Posisi Ruben saat itu sudah tidak terikat pernikahan dengan S," tambahnya.
Menurut Minola, persoalan muncul ketika Sarwendah disebut meminta tambahan satu tiket lagi dengan posisi tempat duduk berada di baris yang sama. Permintaan tersebut dinilai sulit dipenuhi karena ketersediaan kursi.
"Minta ada tambahan satu tiket lagi yang satu row. Kan nggak gampang ngambil tiket yang satu row. Akhirnya tiket itu dianggap hangus," ucapnya.
Ia melanjutkan, rencana menonton konser itu juga berubah setelah Sarwendah menyampaikan bahwa anak-anak memiliki kegiatan lain pada tanggal yang sama.
"Selain nggak bisa diambil satu row, tiba-tiba S (Sarwendah) bilang anak-anak ada lomba di tanggal 1 itu," sambungnya.
Minola mengungkapkan, Ruben yang saat itu masih berada di Tanah Suci tetap berusaha membantu mencari solusi terkait tiket tersebut. Namun, di tengah pembicaraan, topik percakapan disebut beralih ke persoalan rumah.
"Ruben kan tidak merespons lagi persoalan tiket karena berulang-ulang ditanyakan. Tiba-tiba di bawahnya S ngomong (bertanya), 'Maaf ya, ini rumah mau dilelang? Ini rumah mau dilelang?' gitu dan di tanggal 30 Oktober 2025," jelasnya sambil membaca percakapan antara Ruben dan Sarwendah.
Kuasa hukum Ruben menduga pembahasan mengenai rumah itu disampaikan untuk memberikan tekanan kepada kliennya. Ia pun mempertanyakan isu tersebut karena hingga kini rumah yang dimaksud disebut belum memasuki proses lelang.
"Logikanya, kalau memang rumah itu mau dilelang sejak Oktober 2025, harusnya sekarang sudah hampir satu tahun rumah itu sudah dilelang dari kemarin-kemarin. Tapi faktanya tidak," ujar Minola Sebayang.
"Karena memang belum sampai pada prosedur lelang. Jadi jangan pakai isu itu untuk memojokkan Ruben," tambahnya.





Komentar (0)