SPPG di Ciputat Tangsel Dibobol Maling, 1.700 Ompreng hingga Genset Raib, Pelaku Ternyata Satpam Sendiri

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengungkap tersangka TRS, satpam yang diduga menjadi otak pencurian 1.700 ompreng milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Ciputat, Tangerang Selatan, positif mengonsumsi amfetamin dan metamfetamin.

Menurut Bambang, hasil tersebut diperoleh setelah polisi melakukan penyelidikan serta pemeriksaan urine terhadap TRS dalam penanganan kasus pencurian tersebut.

Baca Juga :
Mentan Amran Minta Sudaryono Perkuat Kinerja BGN Sebagai Offtaker Hasil Pertanian untuk MBG
Nasib Gugatan Program MBG Ditentukan Besok, MK Siap Bacakan Putusan

"Dari hasil pemeriksaan cek urine kepada seorang satpam itu, didapat hasil positif amfetamin dan metamfetamin. Kami bisa masuk dari situ," jelas Kapolsek Bambang di Tangerang, Rabu 29 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pengungkapan perkara bermula dari laporan pencurian 1.700 unit ompreng milik SPPG yang diterima polisi pada Rabu 8 Juli 2026.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reserse Kriminal Polsek Ciputat Timur melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti, termasuk menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh petunjuk bahwa salah seorang petugas keamanan yang bekerja di dapur SPPG diduga memiliki rekam jejak kurang baik. Informasi tersebut diperoleh dari Pokdarkamtibmas.

"Polisi menemukan petunjuk bahwa salah satu petugas keamanan (satpam) yang dipekerjakan di dapur SPPG memiliki tabiat yang kurang baik berdasarkan informasi dari Pokdarkamtibmas," tuturnya.

Berbekal temuan tersebut, penyidik kemudian mengidentifikasi keterlibatan seorang satpam yang diduga beraksi bersama pelaku lainnya dalam pencurian tersebut.

Pada Minggu 26 Juli 2026, polisi menangkap dua tersangka lain berinisial DC dan GZ. Sementara itu, satu pelaku berinisial H masih buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Bambang mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan setiap tersangka memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksi pencurian.

TRS disebut berperan paling dominan karena diduga menyusun rencana sekaligus mengarahkan pelaku lain untuk melaksanakan pencurian.

Sementara itu, DC dan GZ diduga ikut mengambil barang-barang milik SPPG serta menikmati hasil penjualan barang curian tersebut.

"Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa barang-barang hasil curian kemudian dijual oleh para pelaku untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Polisi juga berhasil mengamankan sebagian barang bukti sebagai bagian dari proses penyidikan," tuturnya.

Akibat pencurian tersebut, sejumlah inventaris dapur dilaporkan hilang. Barang yang raib meliputi dua unit kompor gas merek Rinnai, 1.700 baki makanan (ompreng) stainless, satu unit blender merek Turbo, satu unit printer Epson L3251, satu unit genset merek Krisbow, satu set power box beserta recorder CCTV, serta satu bundel kunci gerbang.

Baca Juga :
Fantastis! Kejagung Sebut Ada Pemborosan Rp10,5 Triliun dalam Program MBG
Qodari: Program MBG Bakal Terus Jadi Investasi Terbaik untuk Jemput Indonesia Emas 2045
Anggota DPR Minta Program MBG Dievaluasi Secara Sistemik untuk Atasi Masalah Keracunan Berulang

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Italia Resmi Tunjuk Mancini jadi Pelatih, Ranieri Gantikan Posisi Maldini
• 16 jam lalu
0
thumb
PM Jepang: Tim Penyelamat Berpacu dengan Waktu di Area Terdampak Gempa Kumamoto
• 4 jam lalu
0
thumb
Icip Peluang di Saham Komoditas Tambang, ANTM hingga TINS Jadi Pilihan
• 7 jam lalu
0
thumb
Kemenkomdigi Bertemu Google di Tengah Tarik Ulur Kepentingan Soal Hak Cipta
• 2 jam lalu
0
thumb
Peringatan Dini BMKG Besok 30-31 Juli 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.