Raksasa chip memori Korea Selatan (Korsel), SK Hynix, mengatakan bahwa laba bersih melonjak hingga 1.242 persen year-on-year.
IDXChannel - Raksasa chip memori Korea Selatan (Korsel), SK Hynix, mengatakan bahwa laba bersih melonjak hingga 1.242 persen year-on-year pada kuartal II-2026.
Dilansir dari AFP pada Rabu (29/7/2026), lonjakan laba bersih tersebut didorong oleh permintaan industri kecerdasan buatan (AI) yang sangat besar untuk chip memori canggihnya.
SK Hynix mencatat laba bersih kuartalan sebesar 94 triliun won (Rp1.176 triliun) pada April-Juni, rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Sementara itu, laba operasional pada April-Juni melonjak 557 persen dari tahun lalu menjadi 60 triliun won.
Pendapatan mencapai 79 triliun won, dengan selisih terhadap laba bersih didorong oleh penjualan saham SK hynix senilai 20 triliun won di produsen memori flash Kioxia
"Dengan semakin meningkatnya investasi infrastruktur AI dari perusahaan teknologi besar, permintaan pasokan tambahan terus meningkat," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Karena investasi ini didukung oleh pendapatan yang dihasilkan dari layanan AI, momentum permintaan memori diperkirakan akan terus berlanjut," katanya.
Perusahaan induk SK Group mengumumkan pada Sabtu rencana kolaborasi baru senilai USD500 miliar dengan Nvidia untuk berinvestasi dalam infrastruktur AI.
Awal bulan ini, SK hynix juga mengumpulkan USD26,5 miliar melalui pencatatan American Depositary Receipt (ADR) di Amerika Serikat (AS), salah satu penawaran ekuitas terbesar di dunia.
Meskipun investasi agresif, saham SK hynix dan pesaingnya, Samsung Electronics, telah jatuh tajam masing-masing sebesar 33 persen dan 41 persen selama bulan lalu.
Saham SK hynix anjlok 14 persen pada Selasa, sehari sebelum rilis pendapatan.
"Penurunan tersebut disebabkan oleh kekhawatiran tentang masa depan industri AI dan konflik di Timur Tengah yang membuat investor khawatir, " kata Analis KB Securities, Kim Dong-won, dalam sebuah catatan.
Samsung Electronics dijadwalkan melaporkan pendapatan kuartalannya pada Kamis. Perusahaan memperkirakan laba operasi pada kuartal II-2026 meningkat 1.800 persen dibandingkan tahun lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)