Etomidate Merebak, Menjangkau Remaja hingga Aparat

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Peredaran narkotika jenis etomidate di Jakarta dan sekitarnya kian masif. Beberapa sindikat yang terungkap bahkan terhubung dengan jaringan internasional. Pengaruhnya pun telah merasuk ke segala lini, mulai dari remaja hingga aparat. Penegakan hukum dan pengawasan harus ditingkatkan agar penyalahgunaan narkoba tidak terus terulang.

Baru-baru ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap peredaran etomidate di enam lokasi di Jakarta Selatan. Sindikat ini  diduga merupakan bagian dari jaringan internasional. Polisi pun menyita sebanyak 8.698 katrid yang mengandung cairan etomidate.

Kepala Subdirektorat III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Candra menuturkan, pengungkapan bermula saat polisi menerima informasi adanya transaksi narkotika di Jakarta Selatan, Selasa (21/7 2026). Tim pun segera melakukan penyelidikan, pemantauan, serta pemetaan lokasi hingga akhirnya menangkap seorang pria berinisial R (22) yang diduga hendak melakukan transaksi.

Saat menggeledah pria itu, petugas menemukan tiga katrid etomidate yang disimpan di dalam sebuah tas. "Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik kemudian menuju ke sejumlah lokasi lain," kata Ade, Rabu (29/7/2026).

Penggeledahan pertama dilakukan di sebuah rumah yang terletak di Jakarta Selatan. Di lokasi ini, polisi menangkap pria berinisial AG (28). Dari lokasi tersebut, polisi kembali menemukan 171 katrid etomidate beserta barang bukti pendukung.

Penyelidikan kemudian berlanjut hingga polisi menangkap dua orang lainnya, yakni AF (29) dan AM (36). Berdasarkan hasil interogasi, keduanya mengakui masih menyimpan barang bukti di sebuah apartemen di Jakarta Selatan.

Baca JugaAKP Pardiman dan Kasus Etomidate, dari Dugaan hingga Dinyatakan Tak Terlibat

Saat dilakukan penggeledahan di apartemen tersebut, polisi menemukan 4.384 katrid etomidate yang disimpan di dalam koper dan tas. Tidak berhenti sampai di situ, pada Kamis (23/7 2026), petugas kembali menemukan 4.140 katrid etomidate di lokasi berbeda di Jakarta Selatan.

Dengan pengungkapan lanjutan tersebut, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 8.698 katrid etomidate. Saat ini, kata Ade, pengembangan terus dilakukan untuk menguak kemungkinan adanya jaringan lain.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ahmad David menuturkan, pemberantasan narkoba, terutama jenis etomidate, terus dilakukan lantaran keberadaannya sudah mengincar segala lini mulai dari remaja hingga warga dengan usia produktif, yakni berusia 17-30 tahun.

"Zat tersebut dikemas dalam rokok elektrik (vape) agar tidak mudah terdeteksi. Adapun pembuatan etomidate dilakukan secara ilegal di sejumlah apartemen di wilayah penyangga Jakarta," ujarnya.

Baca JugaKasat Narkoba Polres Tangsel Dinyatakan Tidak Terlibat Peredaran 200 Katrid Etomidate

David mengatakan, sepanjang semester I-2026, pihaknya telah menyita 16.956 kartrid vape yang mengandung etomidate serta 33,88 kilogram serbuk etomidate. ”Barang bukti ini diperoleh dari clandestine lab atau laboratorium ilegal skala rumahan di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, sebagian besar bahan baku etomidate didatangkan dari China. Bahkan, beberapa tersangka merupakan warga negara asing.

David menjelaskan, sebagian besar proses produksi etomidate dilakukan di apartemen di wilayah penyangga Jakarta, seperti Tangerang Selatan, Bekasi, dan Kota Tangerang.

Dia menambahkan, para pelaku memilih apartemen karena interaksi antarpenghuni relatif minim sehingga risiko terdeteksi lebih kecil. ”Kebanyakan penghuni sibuk bekerja sehingga tidak banyak berinteraksi,” katanya.

Baca JugaRokok Elektronik Kian Marak, Peredaran Etomidate Semakin Rawan

Oleh karena itu, sejak awal, polisi sudah memantau sejumlah apartemen yang rawan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aktivitas yang mencurigakan.

Meski demikian, David menduga mayoritas konsumen etomidate berasal dari kalangan ekonomi menengah atas. Pasalnya, harga satu kartrid etomidate berkisar Rp 2 juta hingga Rp 6 juta. ”Namun, pengedar narkoba bisa menyasar siapa saja tanpa memandang status sosial ataupun profesi,” ujarnya.

Kemudahan akses

Sekretaris Jenderal Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia Tubagus Haryo Karbyanto menilai, mudahnya etomidate masuk hingga ke kalangan remaja tidak lepas dari mudahnya mereka memperoleh akses untuk membeli rokok maupun vape.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, jumlah perokok aktif di Indonesia diperkirakan mencapai 70 juta orang. Sebanyak 7,4 persen di antaranya berusia 10-18 tahun. Kelompok usia 15-19 tahun menjadi kelompok perokok terbesar, disusul usia 10-14 tahun.

Sementara itu, prevalensi penggunaan rokok elektronik meningkat dari 0,3 persen pada 2019 menjadi 3 persen pada 2021. ”Ini bukan sekadar angka. Ini alarm kegagalan negara,” kata Tubagus.

Baca JugaEtomidate dalam Vape Marak di Jakarta, Remaja Jadi Sasaran Sindikat Narkoba

Dia menambahkan, pemerintah harus segera menerbitkan dan menjalankan aturan teknis pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, terutama larangan penjualan rokok atau vape kepada anak, larangan rokok batangan, larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah dan tempat bermain anak, serta pembatasan iklan rokok dalam radius 500 meter.

Selain itu, Tubagus berharap pemerintah menaikkan cukai rokok secara signifikan, konsisten, dan berperspektif perlindungan anak. Langkah ini juga harus disertai kenaikan harga jual eceran minimum yang efektif agar rokok tidak lagi mudah dibeli dengan uang jajan anak.

Pemerintah, kata Tubagus, juga perlu memperketat pengendalian rokok elektrik atau vape sebagai produk adiktif yang mengancam anak dan remaja, termasuk pelarangan rasa, aroma, desain, kemasan, promosi, sponsor, dan penjualan daring yang menarik minat anak.

Tubagus mengingatkan, anak seharusnya tidak menjadi target iklan rokok. Anak juga bukan sekadar angka dalam kalkulasi penerimaan negara. "Anak adalah warga negara hari ini yang hak hidup, hak sehat, dan hak tumbuh kembangnya wajib dilindungi negara,” tuturnya.

Keterlibatan aparat

Di sisi lain, di tengah genjarnya upaya kepolisian memberantas jaringan pengedar etomidate, ada oknum aparat yang turut terlibat peredaran barang haram itu.  Hal ini terungkap saat Bareskrim Polri menangkap delapan anggota kepolisian terkait dugaan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika jenis etomidate.

Mereka ditangkap atas sangkaan kepemilikan 200 katrid narkoba jenis etomidate. Dari delapan personel tersebut, salah satunya adalah Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Tangerang Selatan Ajun Komisaris Pardiman.

Dalam kasus tersebut, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni polisi berinisial MR dan DD. Keduanya adalah anggota Satuan Reserse Narkoba Tangerang Selatan dan Polda Aceh.

Akan tetapi, setelah dilakukan penyelidikan, Pardiman dan kelima anak buahnya dikembalikan kepada Subdit Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya.

Baca Juga”Liquid Zombie”, Narkotika Terselubung dalam Cairan Vape

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menjelaskan, hal itu dilakukan karena Pardiman dan lima anak buahnya tidak terlibat langsung atas peredaran dan kepemilikan 200 katrid etomidate. "Namun sebagai atasan, yang bersangkutan (Pardiman) akan dimintai pertanggungjawabannya," ujarnya.

Pemeriksaan akan berfokus pada apakah Pardiman mengetahui tindakan bawahannya tersebut. Budi menyebut, Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal Asep Edi Suheri berkomitmen menindak tegas personel yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba.

"Kapolda Metro Jaya sangat tegas dan memiliki komitmen terkait keterlibatan personel baik sebagai pengguna maupun pengedar," ujar Budi.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mohammad Choirul Anam berpendapat, penindakan terhadap aparat yang terjerumus dalam bisnis narkotika adalah langkah yang positif. "Ini komitmen besar kepolisian yang tidak pandang bulu dalam pemberantasan narkoba, siapapun pelakunya, termasuk anggotanya sendiri, harus ditindak tegas," ujarnya.

Penindakan ini juga menjadi sinyal kuat bagi polisi untuk tidak pernah bermain-main dengan narkoba. "Jangan  pernah menyalahgunakan kewenangan untuk berbuat jahat dengan terlibat dalam bisnis narkoba. Anda (polisi) pasti akan dipidana dan anda akan menghadapi skenario etik," ungkap Anam.

Anak adalah warga negara hari ini yang hak hidup, hak sehat, dan hak tumbuh kembangnya wajib dilindungi negara

Di sisi lain, pengawasan dari atasan pada bawahannya harus diperketat. Menurut Anam, penegakan hukum langkah pengawasan melekat sangat penting guna memastikan kejadian serupa tidak berulang kembali.

Terungkapnya jaringan etomidate yang menjangkau remaja hingga melibatkan oknum aparat menunjukkan bahwa ancaman narkotika sangat serius dan pengawasan belum berjalan optimal. Ketika etomidate dapat diproduksi secara ilegal, disamarkan dalam vape, dan menembus institusi penegak hukum, penindakan saja tidak cukup.

Pengawasan yang ketat, pengendalian vape, serta perlindungan terhadap anak dan remaja harus diperkuat agar bangsa ini tidak lagi terpapar oleh etomidate.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Piala Presiden 2026: Tampines Rovers Kalah dari Arema, Nazri Nasir Sebut Laga Kontra Persib Bakal Lebih Berat
• 19 jam lalu
0
thumb
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Terkena OTT ke-18 KPK Tahun Ini
• 6 jam lalu
0
thumb
Seruan Wali Kota New York agar Netanyahu Ditangkap: Ujian Keadilan Global
• 22 jam lalu
0
thumb
Malaysia Sikat Laos 4-0, Puncaki Grup B Piala AFF 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Ahli Gizi Merekomendasikan Lima Minuman Pagi untuk Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.