EtIndonesia.com Perang Rusia-Ukraina dan konflik AS-Iran sedang bersinggungan di perairan yang sama. Analisis The Wall Street Journal menunjukkan bahwa serangan Ukraina baru-baru ini terhadap jalur pasokan militer Iran ke Rusia bukan sekadar operasi militer, melainkan berpotensi mengubah hubungan antara kedua perang itu.
Laporan tersebut mengutip sejumlah pakar yang menyatakan bahwa langkah Ukraina ini tidak hanya bertujuan untuk melemahkan kerja sama militer antara Rusia dan Iran, tetapi juga mungkin dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada pemerintahan Trump, guna menyoroti bahwa Perang Rusia-Ukraina dan konflik AS-Iran sebenarnya saling terkait erat.
Selama bertahun-tahun, Iran terus memasok drone kepada Rusia, dan militer Rusia telah mengerahkan drone-drone tersebut dalam operasi militer melawan Ukraina. Sejak awal tahun ini, Rusia juga memberikan intelijen kepada Iran untuk membantu menghadapi operasi militer AS dan Israel.
Rute Laut Kaspia yang menjadi sasaran serangan kali ini merupakan jalur transportasi penting antara Iran dan Rusia.
The Wall Street Journal mencatat bahwa Laut Kaspia menyediakan rute transportasi bagi Iran yang relatif tidak terpengaruh oleh blokade AS dan sekutunya. Seiring dengan semakin eratnya kerja sama antara Rusia dan Iran, pentingnya rute ini pun semakin meningkat.
Nicole Grayevsky, asisten profesor di Pusat Studi Internasional Institut Politik Paris, menyatakan bahwa Laut Kaspia tidak hanya menghubungkan Rusia, tetapi juga menuju Asia Tengah, dan dalam beberapa hal tidak terpengaruh oleh blokade AS dan sekutunya, sehingga memiliki nilai strategis yang penting.
Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina terus memanfaatkan drone jarak jauh untuk menyerang fasilitas energi di wilayah Rusia, bahkan memperluas jangkauan serangannya hingga ke Siberia.
Kini, pertempuran untuk pertama kalinya meluas ke Laut Kaspia, yang juga memberi Kyiv kesempatan untuk secara langsung mengganggu jalur pasokan antara Rusia dan Iran.
*The Wall Street Journal* mengutip analis keamanan yang menyatakan bahwa serangan semacam ini juga membantu Ukraina dalam upaya mendapatkan dukungan dari pemerintahan Trump.
Hannah Notte, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies di Monterey, California, menyatakan bahwa di mata Eropa dan Amerika Serikat, aksi ini membuat hubungan antara kedua perang tersebut semakin jelas. Menurutnya, hal ini menunjukkan kepada pemerintahan Trump bahwa Ukraina dan Amerika Serikat memiliki posisi yang sejalan terkait Iran, mungkin juga menjadi salah satu pertimbangan Kyiv dalam melancarkan aksi ini.
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)