Pengamat Lingkungan sebut Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Hilirisasi nikel dinilai akan mampu menciptakan nilai tambah melalui peningkatan produksi hasil tambang, sekaligus berdampak langsung dalam mendorong ketangguhan ekonomi lokal yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini diamanatkan kepada PT Vale Indonesia Tbk (INCO), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID.

Pengamat Lingkungan, Irwan Ridwan mengatakan proyek hilirisasi seperti HPAL pada dasarnya juga dirancang untuk meningkatkan ekonomi lokal. Menurutnya, aspek tersebut umumnya telah dibahas dalam tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study/Pra-FS) hingga studi kelayakan (feasibility study/FS) menjadi bagian dari untuk mendorong ketangguhan ekonomi nasional dan ekonomi lokal.

“Seharusnya akan memberi pengaruh (positif) terhadap ekonomi lokal dan (peningkatan) kualitas sosial masyarakat dan ini sudah dibahas dalam Pra-FS dan FS suatu proyek investasi,” ungkap Irwan.

Dia berharap bahwa peningkatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas sosial masyarakat dijalankan sesuai komitmen saat operasional berjalan, bukan hanya sekadar sebagai formalitas untuk memenuhi kewajiban.

Diketahui, proyek HPAL Sambalagi merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang masuk dalam proyek strategis nasional untuk mempercepat hilirisasi mineral di Indonesia.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$2 miliar dan diharapkan memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional melalui pengolahan nikel bernilai tambah tinggi.

Inisiatif Anggota Grup MIND ID ini akan mampu mendorong multiplier effect yang sangat besar terhadap pembangunan ekonomi nasional sekaligus sosial masyarakat sekitar daerah operasionalnya di Sulawesi.

Setali tiga uang, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, mengapresiasi pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, pendekatan inklusif ini penting untuk memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat setempat.

“Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah,” kata Reny.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tingkat Kepuasan Publik atas Prabowo Turun, Qodari: Insya Allah Nanti 80 Persen Lagi
• 20 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto, WNI Diimbau Ikuti Arahan Otoritas Jepang
• 15 jam lalu
0
thumb
Usut Kasus Main Hakim Sendiri di Bahodopi, Polres Morowali Kantongi Calon Tersangka
• 2 jam lalu
0
thumb
Lowongan Kerja Indomarco Terbaru Juli 2026, Buka untuk Lulusan SMA/SMK, D3, hingga S1
• 7 jam lalu
0
thumb
Prabowo ke Praja IPDN: Kalau Anda Kecewakan rakyat, Kepercayaan Rakyat kepada Negara Rusak!
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.