Morowali, ERANASIONAL.COM – Kepolisian Resor (Polres) Morowali bergerak sigap menuntaskan penyelidikan atas kasus pengeroyokan yang berakhir dengan kematian, yang sempat menjadi sorotan luas di media sosial beberapa waktu lalu.
Peristiwa main hakim sendiri ini terjadi di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Seorang pria berinisial S tewas setelah dituduh melakukan pencurian sepeda motor.
Rekaman dari kamera ponsel dan CCTV merekam momen saat terduga pelaku dikepung di area kasir sebuah minimarket.
Korban sempat ditarik keluar untuk diperiksa, namun suasana berubah menjadi kacau dan ia akhirnya diserang secara beramai-ramai oleh warga.
Petugas dari Polsek Bahodopi yang tiba di lokasi segera membawa korban ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) guna mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun, upaya penyelamatan nyawa korban tidak berhasil karena luka-luka yang dideritanya tergolong sangat berat.
Tujuh Saksi Telah Diperiksa, Rekaman CCTV DiamankanWakil Kepala Polres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai langkah tegas pascainsiden, mulai dari pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga penyimpanan barang bukti berupa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
“Beberapa langkah yang telah kami ambil antara lain mengunjungi dan memeriksa TKP, menerima laporan dari masyarakat, serta menyusun laporan polisi. Selain itu, kami juga mengamankan rekaman CCTV dan mencari berbagai barang bukti pendukung lainnya,” ujar Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa saat memberikan keterangan kepada awak media, dikutip Rabu 29 Juli 2026.
Hingga saat ini, tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polres Morowali telah memeriksa tujuh orang saksi.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, polisi sudah memiliki identitas orang-orang yang diduga kuat sebagai pelaku, yang jumlahnya dipastikan lebih dari satu orang.
“Berdasarkan kesaksian yang kami peroleh, kami sudah mengenali siapa saja calon tersangkanya. Jumlahnya jelas lebih dari satu orang. Saat ini kami masih terus mendalami keterangan dari para saksi lainnya. Perkembangan terkait penangkapan akan kami sampaikan kembali secara berkala,” imbuhnya.
Dalam proses pemeriksaan lokasi dan penggeledahan, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk beberapa peralatan yang ada di dalam minimarket.
Pihak kepolisian juga memastikan belum ditemukan bukti adanya penggunaan senjata tajam maupun benda keras seperti batu dalam peristiwa ini.
Sebagian besar serangan yang dialami korban diduga dilakukan dengan tangan kosong. []






Komentar (0)