BATAM, KOMPAS.TV - Pendidikan lalu lintas, yang diterapkan di sekolah-sekolah, di Kota Batam, Kepulauan Riau, tidak lagi dipandang sebatas upaya, menekan angka pelanggaran di jalan raya. Program yang diinisiasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polresta Barelang itu kini menjadi instrumen pembentukan karakter pelajar melalui penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan sejak usia dini.
Program tersebut sejalan dengan poin keempat Asta Cita yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan pendidikan lalu lintas merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang memiliki kesadaran hukum, budaya disiplin, dan kepedulian terhadap keselamatan.
Baca Juga: Sepekan Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 di Kota Tangerang, Kasatlantas: 353 Pelanggaran Terekam ETLE
"Pendidikan lalu lintas pada hakikatnya adalah pendidikan karakter, ketika anak-anak terbiasa tertib, terhadap aturan sejak dini, mereka akan membawa nilai-nilai tersebut, hingga dewasa, ini merupakan investasi terbaik, bagi masa depan generasi Batam dan Indonesia," katanya, Rabu (28/7/2026).
Pelaksanaan program diawali dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kapolresta Barelang dan Wali Kota Batam, kemudian dilanjutkan penandatanganan rencana kerja antara Satlantas Polresta Barelang dan Dinas Pendidikan Kota Batam, mengenai implementasi pendidikan lalu lintas di lingkungan sekolah.
Materi keselamatan berlalu lintas diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada jenjang Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sebelum diterapkan kepada peserta didik, Satlantas terlebih dahulu memberikan pelatihan atau Training of Trainer (TOT) kepada guru-guru PPKN agar materi dapat disampaikan secara efektif dan berkesinambungan.
Program tersebut resmi diluncurkan Kapolda, Kepulauan Riau bersama Wali Kota Batam pada 17 Desember 2025. Implementasinya dimulai pada awal Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 dan menjangkau 210 sekolah negeri di Kota Batam, terdiri atas 145 SD dan 65 SMP.
Kompol Afiditya menjelaskan kurikulum tersebut, disusun menggunakan pendekatan pendidikan holistik yang menitikberatkan pada tiga aspek, yakni Smart Mind, Strong Body, dan Noble Soul. Pendekatan itu diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memahami aturan, memiliki kesadaran menjaga keselamatan, serta berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- polresta balerang
- batam
- kasatlantas polresta
- afiditya arief wibowo
- lalu lintas
- pelajar






Komentar (0)