Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menunjuk legenda sepak bola Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala baru tim nasional senior putra. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di markas besar FFF di Paris, Selasa (28/7/2026). Ini menandai babak baru perjalanan Les Bleus di bawah komando salah satu ikon terbesar sepak bola dunia. REUTERS/Abdul Saboor
2/7Dalam acara perkenalan tersebut, Zidane tampil di hadapan media sebagai pelatih anyar timnas Prancis. Penunjukan ini mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan Les Bleus sekaligus membuka harapan baru bagi Prancis untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional. REUTERS/Abdul Saboor
Nama Zidane memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia menjadi pahlawan saat membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1998. Pada partai final melawan Brasil di Stade de France, Paris, Zidane mencetak dua gol melalui sundulan yang mengantarkan Prancis meraih gelar juara dunia pertama dalam sejarah. /Action Images/REUTERS/File Photo
4/7Momen tersebut diakhiri dengan Zidane mengangkat trofi Piala Dunia di hadapan publik tuan rumah. REUTERS/File Photo
Karier internasional Zidane juga diwarnai salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia. Pada final Piala Dunia 2006 melawan Italia di Berlin, ia mendapat kartu merah setelah menanduk Marco Materazzi di babak perpanjangan waktu. Insiden itu menjadi laga terakhirnya sebagai pemain profesional dan masih dikenang sebagai salah satu peristiwa paling ikonik dalam sepak bola dunia. REUTERS/File Photo
6/7Setelah gantung sepatu, Zidane melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih dan mencatatkan prestasi gemilang bersama Real Madrid. Di bawah arahannya, klub raksasa Spanyol tersebut meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions Eropa. Reputasi itu membuatnya lama disebut sebagai kandidat utama untuk menangani tim nasional Prancis. REUTERS/Hannah Mckay/File Photo
7/7Kini, Zidane kembali mengemban tugas besar bersama Les Bleus, kali ini dari pinggir lapangan. FFF berharap pengalaman, kepemimpinan, serta rekam jejak suksesnya mampu membawa tim kembali meraih prestasi di turnamen-turnamen internasional mendatang. REUTERS/Abdul Saboor
Add as a preferredsource on Google





Komentar (0)