2 Kasus Pelecehan Murid Terbaru, Siswa SD di Tanjungbalai hingga Puluhan Siswi di Makassar

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kasus Pelecehan terhadap murid kembali menjadi perhatian publik. Kasus Pelecehan Murid di Tanjungbalai dan Makassar sama-sama melibatkan anak sekolah dasar, sehingga mendorong aparat penegak hukum dan lembaga perlindungan anak memberikan penanganan secara intensif.

1. Dugaan Pelecehan terhadap Siswa SD di Tanjungbalai

Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswa kelas 5 SD berusia 12 tahun di Tanjungbalai, Sumatera Utara, terungkap pada Juli 2026. Polisi telah menetapkan pria berinisial DS alias A, yang merupakan suami seorang guru ASN, sebagai tersangka. Sementara itu, istrinya yang berinisial AIK masih berstatus sebagai saksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diduga diiming-imingi telepon genggam agar mau mendekati pelaku. Dugaan tindakan asusila tersebut dilaporkan terjadi sebanyak lima kali. Kasus ini memicu kemarahan warga yang mendatangi rumah terduga pelaku hingga polisi mengevakuasi pasangan tersebut untuk menghindari amukan massa.

Kepala Dusun, Sadan Husein, mengatakan keramaian dipicu oleh warga yang tidak menerima dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur tersebut.

"Ini mungkin boleh jadi dipicu ada beberapa warga yang datang ke rumah, mungkin ada perlawanan pembicaraan sehingga terjadi pemicu ramainya atau datangnya massa karena mungkin tak setuju. Dugaan sementara bahwa ada pasangan suami istri melakukan pelecehan kepada anak di bawah umur," ucap Kepala Dusun Sadan Husein dalam tayangan tvOneNews.

Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, meminta masyarakat mempercayakan proses hukum kepada kepolisian. Ia juga menyampaikan kondisi psikologis istri tersangka yang mengaku masih mengalami trauma.

"Karena istrinya si bapak ini salah satu PPPK paruh waktu, guru, maka kami pastikan bagaimana psikologisnya. Jadi beliau mengatakan bahwa, 'Saya ini kondisinya sedang trauma, takut untuk kembali ke rumah.'"

"Saya juga meminta dan menghimbau kepada masyarakat karena ini prosesnya sedang berjalan di Polres Tanjungbalai, marilah kita berikan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat hukum," pungkas Mahyaruddin Salim.

Di sisi lain, Ketua KPAD Asahan, Awaluddin, memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis bersama Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan agar dapat pulih dari trauma yang dialaminya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ukraina Desak Iran Hentikan Dukungan ke Rusia: Perang Harus Segera Berakhir
• 7 jam lalu
0
thumb
SIEJ: Suara Masyarakat Adat Minim dalam Pemberitaan RUU Masyarakat Adat
• 15 jam lalu
0
thumb
Maju di Dapil Jateng V, PSI Ungkap Kaesang Ingin Jadikan Jateng sebagai "Kandang Gajah"
• 21 jam lalu
0
thumb
Sempat Putus, Betrand Peto Balikan dengan Aqila Zhavira: Sudah Bertemu Orang Tua
• 21 jam lalu
0
thumb
Pengamat Nilai Sayembara Tangkap Begal seperti Mengalihkan Tanggung Jawab Pemprov ke Warga
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.