Sempat Dibuka Menguat, IHSG Mendadak Anjlok 1,5%, Analis Beberkan Pemicunya

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pukul pada perdagangan Rabu (29/7). Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 10.25 WIB, IHSG merosot 92 poin atau 1,50 persen ke level 6.038.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 14,61 triliun dengan volume perdagangan 21,785 miliar saham. Sebanyak 112 saham menguat, 535 saham melemah, dan 140 saham stagnan.

Ekonom PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Myrdal Gunarto, mengatakan tekanan terbesar datang dari meningkatnya tensi geopolitik terbaru antara Iran dan AS.

"Untuk hari ini memang tiba-tiba koreksi ya Itu karena ada implikasi dari kembali meningkatnya geopolitik antara Iran dengan Amerika di mana pasukan Iran menyerang AS Di pangkalan timur tengah ya, ini memicu aksi risk off dari investor global,” ungkap Gunarto kepada kumparan, Rabu (29/7).

Menurutnya, investor global sementara mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang seperti Indonesia.

"Dan mereka kelihatannya menghindari dulu emerging market seperti Indonesia Apalagi nanti malam akan ada rapat The Fed Jadi mereka ambil aman dulu,” katanya.

Selain itu, Gunarto menilai faktor musiman akhir bulan turut memicu aksi jual. Faktor berikutnya karena sesi akhir bulan biasanya ada momen profit taking dari investor global

“Kalau kita lihat sih memang ini tekanannya masih mayoritas dari global ya,” sebut Gunarto.

Meski demikian, dia optimistis tekanan bersifat sementara dan berharap pasar kembali pulih pada awal Agustus seiring rilis sejumlah data ekonomi domestik.

"Jadi kita sih berharap nanti awal bulan IHSG bisa kembali pulih seiring kemungkinan nanti data-data ekonomi Indonesia Membaik periode bulan Juli Baik itu dari inflasi, neraca dagang, termasuk juga PMI Manufacturing Index,” kata Gunarto.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan sentimen domestik juga masih dibayangi ketidakpastian pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.

"Para pelaku pasar sebenarnya masih menghadapi ketidakpastian terkait dengan pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia sehingga masih dapat membatasi penguatan IHSG sampai pasar memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan moneter dan calon pengganti Gubernur BI yang baru,” ujar Nafan.

Dari sisi global, perhatian investor kini tertuju pada hasil rapat Federal Reserve yang akan diumumkan Kamis dini hari waktu Indonesia.

"Di mana mayoritas konsensus memperkirakan suku bunga tetap di level 3,75 persen. Apabila terdapat kejutan hawkish, maka hal ini akan memberikan sentimen negatif bagi market,” tutur Nafan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Picu Peringatan Tsunami, Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang Barat Baya
• 22 jam lalu
0
thumb
Perusahaan China sediakan layanan pemurnian air bagi KFC Indonesia
• 22 jam lalu
0
thumb
Dinilai Berhasil, Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Penangkapan Begal di Jawa Barat | JMP
• 21 jam lalu
0
thumb
AS dan Arab Saudi serang kelompok yang didukung Iran di Irak
• 42 menit lalu
0
thumb
Polda Riau Geledah Kantor PUPR Rokan Hilir terkait Korupsi Jembatan Air Hitam
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.